BGN tak akan berhenti mengoperasikan 41 dapur MBG milik Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasika Aulia Putri

Jumat, 21 November 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BGN tak akan berhenti mengoperasikan 41 dapur MBG milik Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasika Aulia Putri

i

BGN tak akan berhenti mengoperasikan 41 dapur MBG milik Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasika Aulia Putri

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya tidak akan berhenti mengoperasikan 41 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik Yasika Aulia Ramdhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Yasir Machmud. Dugaan penguasaan pendirian SPPG oleh Yasika Aulia Ramdhani viral di media sosial.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Iya belum, sudah berjalan, kenapa berhenti? Bagaimana nasib anak penerima manfaat?” kata Nanik S Deyang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Nanik menjelaskan, dapur-dapur tersebut masih berjalan sebagaimana mestinya, karena sudah beroperasi dan melayani para penerima manfaat. Ia menambahkan, BGN akan mengevaluasi kinerja dapur-dapur tersebut.

Baca Juga :  MK Larang Anggota Polisi Isi Jabatan Sipil Buktikan Jokowi Manfaatkan Polisi untuk Kekuasaan

“Nanti kita evaluasi ya? Misalnya dapurnya sudah berjalan dengan baik ya? Itu aturan sebelumnya, ke depan akan kita terapkan lagi,” kata Nanik S Deyang.

Dikatakannya, dalam proses pendaftaran Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), BGN belum bisa mengetahui identitas pemiliknya secara detail karena pengajuannya melalui berbagai yayasan.

“Nah, nanti orang-orang bilang, ‘oh ini, ini itu’ ya? Oke. Enggak usah, yang penting bisa memberikan manfaat bagi anak-anak di Makassar ya?” ujar Nanik S Deyang.

Nanik pun menjawab pertanyaan terkait kemungkinan pemilik yang menggunakan nama yayasan berbeda untuk menyampaikan SPPG melebihi batas maksimal yang diperbolehkan. Ia mengatakan, seharusnya sistem membatasinya hanya 10 unit saja, namun tidak menutup kemungkinan ada aplikasi yang dibuat dengan nama lain yang bisa melebihi batas tersebut.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Babel Hellyana menjadi tersangka kasus dugaan ijazah palsu

“Karena di sistem kalau sampai 10 langsung tutup. Artinya kalau lebih berarti pakai nama lain,” ujarnya.

Nanik menjelaskan, pada awal pelaksanaan Program MBG pemerintah mendorong partisipasi yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Namun karena tingginya kebutuhan untuk mempercepat pendirian SPPG, maka pihak-pihak yang mempunyai kemampuan membangun dapur diberikan ruang untuk berpartisipasi.

“Dari awal kita lihat Pak Prabowo sebenarnya ingin banyak yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial, maksudnya yayasan dulu. Tapi kemudian dikejar, ‘oh harus tepat sasaran,’ tanya anak-anak, ‘oh kita belum dapat MBG,’ kata Nanik S Deyang.

Baca Juga :  Berita terbaru Arteta tentang Padi, Kayu, Trossard & Lintasa | Konferensi pers | Berita

Terakhir oke, bagaimana cara mempercepat pembentukan SPPG, mari kita tanyakan siapa yang bisa membangun dapur, itu saja. Ya nanti kita lihat saja, imbuhnya.

Sebelumnya, dugaan praktik monopoli pendirian SPPG untuk melayani Program MBG di Sulsel mendapat sorotan dan kritik keras dari berbagai kalangan. Hal ini menyusul viralnya tudingan penertiban pendirian SPPG yang dilakukan Yasika Aulia Ramdhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulsel, Asir Machmud dari Partai Gerinda, pemilik 41 dapur MBG yang tersebar di empat wilayah di provinsi tersebut.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

Berita Terbaru