BANDASAPULUAH.COM – Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim meninjau lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Batang Kapas, Selasa (3/11/2026).
Peninjauan berlangsung di Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilir. Kegiatan tersebut bertujuan melihat langsung kondisi dan kesiapan lahan pembangunan.
Dalam peninjauan tersebut, Risnaldi turut didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Andi Syafrinal, Kepala Dinas Perkimtan LH Roli Buchari, serta Camat Batang Kapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, hadir Kabid Bina Marga Fahresi Eka Siska, Wali Nagari Mahardicka beserta jajaran, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Lokasi yang disiapkan memiliki luas sekitar satu hektare. Saat ini, lokasi tersebut dalam tahap pengerjaan. Kawasan ini diharapkan mampu mendukung penataan permukiman sekaligus memperkuat sektor perikanan.
Risnaldi mengatakan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Program ini juga mendorong penataan permukiman dan pengembangan sarana pendukung.
“Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penataan kawasan permukiman, pembangunan sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Wabup Dorong Pengembangan Kawasan Terpadu
Menurut Risnaldi, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih harus memberikan dampak positif bagi masyarakat pesisir. Karena itu, pemerintah daerah mendukung seluruh persiapan program tersebut.
Selain meninjau kondisi lahan, Risnaldi juga berdialog dengan perangkat nagari dan masyarakat. Ia mendengarkan aspirasi dan masukan mengenai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Risnaldi mendorong pengembangan kawasan kampung nelayan secara terpadu. Menurutnya, kawasan tersebut tidak cukup hanya menyediakan fasilitas perumahan.
“Kita arahkan agar kawasan Kampung Nelayan ini menjadi kawasan terpadu. Jadi, tidak hanya perumahan, tetapi berbagai fasilitas pendukung masyarakat juga dapat terintegrasi dalam satu kawasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Risnaldi menekankan pentingnya perencanaan pembangunan untuk jangka panjang. Pemerintah perlu mempertimbangkan perkembangan kawasan dan kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
“Pembangunan ini harus kita pikirkan untuk jangka panjang. Jangan hanya melihat kebutuhan saat ini, tetapi bagaimana kawasan ini nantinya bisa berkembang dan menjadi pusat aktivitas masyarakat nelayan,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mendukung tahapan pembangunan. Dengan demikian, program tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.
Pessel Dapat Lima Lokasi pada 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pesisir Selatan Andi Syafrinal menyampaikan perkembangan program tersebut.
Menurut Andi, Pesisir Selatan memperoleh lima lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026. Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan empat lokasi tambahan untuk 2027.
“Pesisir Selatan pada tahun 2026 mendapat lima lokasi. Untuk 2027, diusulkan sebanyak empat lokasi,” kata Andi.
Selain mengusulkan lokasi baru, pemerintah daerah juga mengajukan dukungan sarana dan prasarana. Usulan tersebut bertujuan melengkapi kebutuhan setiap kawasan kampung nelayan.
Andi menjelaskan, kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda sesuai kondisi dan kebutuhan pembangunan. Nilainya berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.
“Anggaran tiap kampung nelayan bervariasi, dari Rp2 miliar hingga Rp5 miliar,” ujarnya.








Komentar