BANDASAPULUAH.COM – Muhammadiyah mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem bisnis organisasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan gagasan tersebut dalam Forum Persahabatan Nasional (Silatnas) Muhammadiyah bagi Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah menggelar kegiatan itu pada Minggu (25/10/2026).
Forum bertajuk “Mendorong Kolaborasi, Menggalang Potensi, Menuju Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Progresif” tersebut berlangsung di Hotel Convention & Dormitory Prime UMY.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hilman Dorong Sinergi dan Kemitraan Usaha
Hilman menekankan pentingnya transformasi manajemen ekonomi dan industri kreatif di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat ketahanan ekosistem bisnis dan keuangan organisasi pada masa mendatang.
Ia menilai Muhammadiyah memiliki banyak pelaku usaha dan potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu, organisasi perlu menghubungkan potensi tersebut dengan lembaga keagamaan dan institusi resmi Muhammadiyah.
“Kegiatan ekonomi ini sebenarnya untuk kesejahteraan warganya, kesejahteraan institusinya,” ujar Hilman.
Ia juga menyoroti pola kepemilikan usaha yang sepenuhnya berada di tangan organisasi. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memperlambat perkembangan bisnis jika organisasi tidak membuka ruang kolaborasi.
Karena itu, Hilman mendorong kemitraan strategis dalam pengembangan berbagai lini usaha. Organisasi tidak harus memiliki seluruh bisnis secara penuh untuk membangun usaha yang berkembang.
“Tidak semuanya harus begitu kepemilikan penuh, tapi sinergi,” tambah Hilman.
Dari Wisata Haji hingga Perikanan
Hilman menyebut sejumlah peluang usaha yang dapat dikembangkan Muhammadiyah bersama para anggotanya. Peluang tersebut mencakup wisata haji dan umrah, ekspor rempah-rempah khas Indonesia, hingga sektor perikanan.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat mendukung pengembangan berbagai sektor usaha. Oleh karena itu, Muhammadiyah perlu mengelola peluang tersebut secara kreatif, serius, dan berlandaskan nilai-nilai Islam yang progresif.
Selain potensi sumber daya alam, setiap daerah juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, turut menyoroti peluang pengembangan situs sejarah dan nilai lokal sebagai daya tarik wisata.
Potensi tersebut dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkenalkan kekhasan daerah kepada wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat setempat juga dapat memperoleh manfaat ekonomi.
Hilman menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak dapat berkembang sendiri. Pariwisata lokal maupun perjalanan haji dan umrah membutuhkan dukungan industri serta ekonomi kreatif sebagai pemasok produk dan layanan.
Kolaborasi itu dapat menghubungkan pelaku pariwisata dengan usaha anggota Muhammadiyah di berbagai daerah. Dengan demikian, manfaat ekonomi pariwisata berpeluang menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat.
LPEK Diminta Menyusun Peta Jalan
Pada akhir penyampaiannya, Hilman meminta LPEK PP Muhammadiyah segera menyiapkan pedoman organisasi dan peta jalan pengembangan usaha. Ia menekankan pentingnya acuan yang jelas agar pengembangan bisnis berjalan terarah dan saling mendukung.
Hilman juga berharap Muhammadiyah dapat melahirkan perusahaan unggulan milik organisasi. Perusahaan tersebut diharapkan mampu bersinergi dengan usaha milik anggota yang sudah berjalan.
“Mudah-mudahan muncul PT-PT unggul yang baik milik organisasi Muhammadiyah yang bisa bersinergi dengan usaha-usaha milik anggota organisasi Muhammadiyah yang sudah berjalan,” tutup Hilman.
Melalui kolaborasi dan pemanfaatan potensi lokal, Muhammadiyah mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang saling terhubung. Strategi ini diharapkan memperkuat usaha organisasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.








Komentar