Perkuat Kedaulatan Digital, Wamen Nezar Dorong Penguasaan Teknologi dari Hulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Siaran Pers) Wamen Nezar Patria: Kedaulatan AI Tidak Cukup dengan Data Center, Indonesia Harus Kuasai Teknologi Hulu

i

(Siaran Pers) Wamen Nezar Patria: Kedaulatan AI Tidak Cukup dengan Data Center, Indonesia Harus Kuasai Teknologi Hulu

BANDASAPULUAH.COM – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mendorong Indonesia memperkuat penguasaan teknologi dari hulu. Langkah ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Nezar menyampaikan hal tersebut dalam Digital Economic Policy Forum 2026. Forum itu merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Kedaulatan Digital Butuh Penguasaan Teknologi

Menurut Nezar, Indonesia perlu menguasai berbagai teknologi strategis untuk memperkuat kedaulatan digital. Upaya tersebut mencakup kapasitas komputasi, infrastruktur pusat data, hingga industri semikonduktor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika kita berbicara tentang strategi kedaulatan digital, kita harus memastikan sejumlah hal titik tersedak dari rantai pasokan global untuk memperkuat industri AI,” kata Nezar.

Ia menjelaskan, kedaulatan digital tidak cukup hanya dengan membangun pusat data. Indonesia juga perlu memperkuat keamanan siber, tata kelola data, serta kemampuan riset dan inovasi.

Baca Juga :  Rencana teror Ukraina untuk mengebom pipa gas di luar Moskow digagalkan – FSB — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

Selain itu, kapasitas komputasi menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital. Nezar mengibaratkan komputasi sebagai sumber energi yang menggerakkan aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

“Di zaman kecerdasan buatan saat ini, komputasi mempunyai posisi ibarat listrik bagi perekonomian digital. Jadi, kekuatan ekonomi digital adalah kekuatan komputasi,” tegasnya.

Kapasitas Pusat Data Perlu Diperkuat

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Indonesia perlu memastikan ketersediaan energi yang andal dan konektivitas yang kuat. Pemerintah juga perlu memperkuat pusat data, komputasi awan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Saat ini, kapasitas pusat data Indonesia diperkirakan mencapai 580 megawatt. Pemerintah menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028.

Meski demikian, kapasitas Indonesia masih tertinggal dari Malaysia yang mencapai sekitar 3 gigawatt. Karena itu, Nezar menekankan pentingnya perencanaan dan tata kelola pembangunan pusat data secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Ternyata saat berpacaran dengan dosen Untag, AKBP Basuki sempat pisah ranjang dengan istrinya

“Kita perlu mengatur dan kemudian melaksanakan perlindungan dalam pengembangan pusat data ini agar ke depannya bisa tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Potensi Mineral untuk Industri Semikonduktor

Di samping infrastruktur komputasi, Nezar menyoroti potensi sumber daya mineral Indonesia untuk mendukung industri semikonduktor. Indonesia memiliki sejumlah mineral strategis, seperti nikel, bauksit, timah, emas, dan logam tanah jarang.

“Kita punya nikel, kita punya bauksit, kita punya timah, kita punya emas, kita punya sejumlah logam tanah jarang yang sebenarnya sedang dicari di tingkat global untuk memperkuat industri semikonduktor,” kata Nezar.

Menurutnya, Indonesia perlu mengolah potensi tersebut menjadi produk dan komponen bernilai tambah. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya memasok bahan baku, tetapi juga dapat mengambil peran dalam proses produksi teknologi.

Penguatan industri hulu juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas komputasi, penelitian, dan inovasi nasional. Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan teknologi di dalam negeri.

Baca Juga :  Apakah ada kesepakatan untuk melanjutkan produksi di ladang minyak Heglig? | berita

Pemerintah Susun Peta Jalan AI Nasional

Sementara itu, pemerintah sedang menyusun peta jalan AI nasional hingga 2029. Strategi tersebut mencakup akuntabilitas, transparansi, keamanan, penelitian dan pengembangan, serta kolaborasi.

Pemerintah juga menyiapkan pedoman etika pengembangan AI yang mengadopsi nilai-nilai Pancasila. Langkah ini bertujuan memastikan pemanfaatan AI berjalan sejalan dengan kepentingan nasional.

Nezar menegaskan bahwa penguatan ekosistem teknologi mendukung visi Indonesia Digital 2045. Visi tersebut menargetkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat secara teknologi, berdaya saing, dan inklusif.

Karena itu, pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian perlu memperkuat kolaborasi. Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong Indonesia mengembangkan teknologi sendiri sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadapi Tekanan Digital, Meutya Hafid Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Jurnalis
Operasi Taat 2026 Dimulai, Polri Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Muhammadiyah Dorong Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha Pariwisata
Indonesia dan Australia Satukan Langkah Melindungi Anak dari Risiko Digital
Jaga Keselamatan Siswa, Kemendikdasmen Sesuaikan Pelaksanaan TKA di Wilayah Bencana
Hadapi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, TNI AU Perkuat Dukungan Operasi Udara
Rang Punggasan Baralek Gadang di Karawang, Adat Minang Tetap Dijunjung di Tanah Rantau
Wasekjend DPP PKPS Ajak Warga Pesisir Selatan Jaga Persaudaraan dan Hindari Perpecahan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Hadapi Tekanan Digital, Meutya Hafid Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Operasi Taat 2026 Dimulai, Polri Ajak Masyarakat Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Muhammadiyah Dorong Potensi Lokal Jadi Peluang Usaha Pariwisata

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Indonesia dan Australia Satukan Langkah Melindungi Anak dari Risiko Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Jaga Keselamatan Siswa, Kemendikdasmen Sesuaikan Pelaksanaan TKA di Wilayah Bencana

Berita Terbaru