Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

i

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

BANDASAPULUAH.COM –

Monitorday.com – Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi ajang inovasi siswa. Tak hanya penguatan literasi, siswa kelas XI menghadirkan ART-MATIKS, sebuah proyek yang memadukan matematika, kecerdasan buatan (AI), dan melestarikan batik lokal.

ART-MATIKS merupakan singkatan dari Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo. Proyek kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) ini dikembangkan dengan bimbingan guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inovasi ini mentransformasikan konsep matematika yang dipelajari di kelas menjadi desain motif batik melalui pemanfaatan teknologi AI. Alhasil, pembelajaran tidak berhenti pada teori saja, namun menghasilkan karya kreatif yang berpotensi untuk diterapkan pada berbagai produk.

Kegiatan ini sejalan dengan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti yang menekankan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari jati diri dan kedaulatan bangsa.

Baca Juga :  Berita terbaru Arteta tentang Padi, Kayu, Trossard & Lintasa | Konferensi pers | Berita

“Kalau kita bicara bahasa, kita tidak hanya bicara bahasa sebagai alat komunikasi, tapi bahasa sebagai jati diri bangsa dan juga bahasa sebagai kedaulatan,” kata Abdul Mu’ti di Jawa Timur, Senin (10/12/2026).

Kepala SMAN 1 Taman Dewi Nurmalasari mengatakan kegiatan kokurikuler dirancang untuk memberikan pembelajaran mendalam yang bermakna, kolaboratif dan berpusat pada siswa. Melalui pendekatan ini, siswa didorong untuk menerapkan pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

“Melatih mereka mengeksplorasi masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, mandiri, berkolaborasi, mampu berkomunikasi, dan lain sebagainya,” kata Dewi.

Dalam mengembangkan ART-MATICS, siswa memanfaatkan empat konsep transformasi geometri yaitu dilatasi, refleksi, rotasi dan translasi. Keempat konsep inilah yang menjadi dasar penyusunan pola dan perancangan motif batik.

Setelah desain matematika terbentuk, siswa menggunakan perintah atau mengingatkan AI mengembangkan desain agar lebih menarik dan memiliki nilai estetika.

Baca Juga :  Ribuan Kayu Bulat yang Ditempel Stiker Kementerian Kehutanan Viral Terkait Banjir Sumatera, Bantah Direktur

Siswa kelas XI Elfaretha Shifa menjelaskan, proses penciptaan sebuah karya diawali dengan menyusun desain berdasarkan rumus transformasi geometri. Selanjutnya teknologi AI digunakan untuk menyempurnakan desain menjadi motif batik.

“Mulai dari dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Nah, kemudian dari formula-formula tersebut kami membuat desain motif dengan menggunakan petunjuk AI untuk diterapkan dan dikembangkan agar lebih baik lagi dalam menghasilkan sebuah karya,” jelas Shifa saat memaparkan proyek tersebut.

Motif yang dihasilkan tidak hanya dimaksudkan sebagai karya visual saja. Desain ART-MATIK berpeluang diaplikasikan pada beragam produk, mulai dari botol minum, pajangan, kipas angin, gantungan kunci, hingga kain dan pakaian.

Dengan demikian, proyek ini membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan hasil belajar menjadi produk kreatif yang memiliki fungsi praktis.

Dibalik pemanfaatan AI, ART-MATIKS mengusung misi melestarikan warisan budaya daerah. Para mahasiswa tersebut berusaha menunjukkan bahwa batik lokal bisa terus dikembangkan melalui pendekatan teknologi tanpa kehilangan nilai budayanya.

Baca Juga :  Kemenpora Pastikan Bantuan Peralatan Olahraga untuk Aceh dan Sumatera Akan Disalurkan Setelah Banjir Berakhir

Shifa meyakini generasi muda mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kearifan lokal agar tetap dikenal dan relevan di tengah perubahan zaman.

“Sebelumnya kami sebagai warga Sidoarjo juga mempunyai kewajiban untuk melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.

Melalui ART-MATICS, SMAN 1 Taman menunjukkan bahwa pembelajaran STEM dapat berjalan seiring dengan penguatan literasi dan kecintaan terhadap budaya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun juga didorong untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis identitas daerah.

Peringatan Bulan Bahasa juga menjadi momentum untuk memantapkan kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan gagasan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menjaga warisan bahasa dan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia
Dosen UNIPMA Kembangkan STEM Kolaboratif untuk Memperkuat Berpikir Komputasi Calon Guru Matematika

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru

Kementerian Agama Rejang Lebong

Nasional

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:40 WIB