Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

i

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

BANDASAPULUAH.COM –

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam hidrometeorologi selama 14 hari mulai tanggal 11 hingga Oktober 2026.

Keputusan ini diambil menyusul banjir bandang, banjir luapan, dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan pada 9-10 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Armen mengatakan, penetapan status tanggap darurat telah ditandatangani Bupati Pessel.

Status tersebut menjadi dasar percepatan penanganan bencana, termasuk mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan membuka akses jalan yang sempat terputus.

Baca Juga :  Pemerintahan Prabowo Tobat Akan Mengembalikan Lahan Kelapa Sawit Menjadi Hutan

“Bupati sudah menandatangani tanggap darurat yang berlaku 14 hari ke depan,” kata Armen, Selasa (13/10/2026).

Armen menjelaskan, banjir pada 9 Oktober lalu tidak menimbulkan dampak yang terlalu parah dan tercatat melanda empat kecamatan. Namun kondisi semakin parah pada 10 Oktober ketika banjir bandang, banjir luapan, dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah.

Berdasarkan data sementara Pusdalops PB BPBD Pessel, sebanyak 1.182 kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Jumlah warga terdampak masih dalam pendataan, namun diperkirakan mencapai lebih dari 4.400 jiwa, ujarnya.

Armen mengatakan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak paling parah. Sebanyak 11 rumah dilaporkan hancur total, sedangkan satu rumah di Nagari Penedah tersapu arus banjir.

Baca Juga :  Jaga Kebugaran dan Perkuat Kebersamaan Internal, Personil Polda Babel Gelar Olahraga Bersama

Bencana tersebut selain merusak rumah warga, juga memutus akses jalan di kawasan Tapan. Namun kini sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup, ujarnya.

Armen mengatakan petugas masih berusaha membuka akses lebih luas pada jalan yang terputus tersebut.

“Untuk membuka akses tersebut diperlukan tambahan dua alat berat lebih dari dua,” ujarnya.

Armen mengatakan, usai penetapan status tanggap darurat, BPBD Pessel mengaktifkan posko selama 24 jam di Kantor BPBD dan Posko Tapan.

Baca Juga :  Ingin menyewa kost? Berikut cara mencari kost dekat transportasi umum dalam 7 langkah mudah

Tim Reaksi Cepat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, menyalurkan bantuan logistik, serta mendata dampak dan kerugian akibat bencana tersebut, ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar sungai dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan

Dan segera ikuti arahan petugas jika kondisinya membahayakan keselamatan, kata Armen. (MEMPERBAIKI)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia
Dosen UNIPMA Kembangkan STEM Kolaboratif untuk Memperkuat Berpikir Komputasi Calon Guru Matematika

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru

Kementerian Agama Rejang Lebong

Nasional

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:40 WIB