Banyak yang minta AI direm, Komdigi buka suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


                            Foto: REUTERS/Aly Song

i

Foto: REUTERS/Aly Song

BANDASAPULUAH.COM –



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah pemimpin teknologi menyerukan agar laju pertumbuhan AI diperlambat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria pun buka suara soal fenomena tersebut.

Menurut Nezar, kekhawatiran terhadap AI merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan industri AI global. Salah satu isu utama yang sering muncul dalam diskusi AI adalah model bisnis.

Baca Juga :  Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkab Madina Siapkan Lahan 170 Ha untuk Budidaya Bawang Putih

“Saat ini mereka harus mencari model bisnis yang lebih tepat. Lalu mereka juga melihat perkembangan data center, mungkin skala ekonominya tidak seimbang,” kata Nezar saat ditemui dalam Digital Infrastructure Summit 2026, di Jakarta, Senin (10/12/2026).

Mengenai desakan untuk mengerem AI, ia yakin hal ini tidak menghentikan teknologi otomasi. Namun perusahaan teknologi perlu mengatur ulang strategi mereka.

Baca Juga :  Portal Berita Pemkot Yogyakarta: Lomba Mural Pelajar Meriahkan HUT Kota, Sampaikan Pesan Budaya dan Lingkungan

Sementara itu, Indonesia juga sedang menyusun peraturan mengenai AI. Peraturan ini akan mengatur adopsi teknologi di sejumlah sektor.

“Kami tidak peduli dengan keadaan mereka kemunduran ya, tapi kami sedang mengurus bagaimana hal itu diadopsi di sejumlah sektor,” katanya.

Permintaan untuk memperlambat pengembangan AI diminta oleh bos Anthropic Dario Amodei. Dalam esainya, dia mengatakan risiko AI sangat serius dan perlu ditangani oleh perusahaan dan pemerintah.

Ucapan Amodei juga didukung oleh Sam Altman dan Elon Musk, pemimpin dua perusahaan AI terbesar dunia, yakni OpenAI dan xAI. Tak hanya itu, peneliti yang keluar dari Anthropic juga mengatakan hal serupa.

Baca Juga :  Perpol Kapolri tidak melanggar putusan Mahkamah Konstitusi dan sudah dilaporkan ke Presiden

“Jika kita tidak memperlambat laju kemajuan saat ini, kemungkinan besar kita akan mati dalam waktu dekat,” jelasnya, dikutip dari BBC.

(hsy/hsy)

(Gambas: Video CNN)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi
Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi
Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia
Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow
Cabor Dayung XVI Provinsi Sumbar, Kantongi 7 Medali Emas dalam Sehari
Puluhan Tokoh Adat dan Budaya Kunjungi Gedung Negara Grahadi
Pantau Persiapan Porprov Atlet di Palu, KONI Bangga Berikan Dukungan Moral dan Hadiah Motivasi – Luwuk Times
Belajar dengan AI Boleh Dimulai sejak Dini

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:15 WIB

GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Banyak yang minta AI direm, Komdigi buka suara

Berita Terbaru


                            Foto: REUTERS/Aly Song

Nasional

Banyak yang minta AI direm, Komdigi buka suara

Senin, 12 Okt 2026 - 21:10 WIB