BULOG Lampaui Target Pengadaan Beras Nasional 2026, Realisasi Capai 4,11 Juta Ton

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Membeli Beras. Foto: Pixabay

i

Membeli Beras. Foto: Pixabay

BANDASAPULUAH.COM – Perum BULOG berhasil melampaui target pengadaan beras nasional tahun 2026 dengan realisasi mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026.

Capaian tersebut setara 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah BULOG.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penyerapan hasil panen petani dalam negeri dan penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realisasi pengadaan tersebut juga telah melampaui pencapaian tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Bahkan, capaian tahun ini berhasil melewati rekor sebelumnya pada 2012, ketika pengadaan beras BULOG mencapai sekitar 3,65 juta ton.

Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan kinerja pengadaan beras BULOG dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk menyerap produksi petani, menjaga ketersediaan cadangan pangan, serta mendukung keseimbangan ekosistem pangan nasional dari sisi produsen maupun konsumen.

Baca Juga :  Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkab Madina Siapkan Lahan 170 Ha untuk Budidaya Bawang Putih

Kinerja pengadaan secara nasional turut didukung oleh Perum BULOG Kantor Cabang Bojonegoro yang membawahi wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.

Hingga periode laporan, realisasi pengadaan beras BULOG Kantor Cabang Bojonegoro mencapai 84.986.648 kilogram atau sekitar 84.986 ton setara beras. Jumlah tersebut setara 104,65 persen dari target pengadaan sebesar 81.211.670 kilogram.

Dengan capaian itu, BULOG Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target sebanyak 3.774.978 kilogram atau sekitar 3.775 ton.

Kepala Cabang Perum BULOG Kantor Cabang Bojonegoro, Umar Said, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam mendukung penyerapan gabah dan beras di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.

“Sinergi dengan petani, kelompok tani, mitra penggilingan dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam optimalisasi serapan hasil panen. Kerja sama ini juga memperkuat peran BULOG dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga :  PWI Banten Kecam Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Serang, Minta Kasus Diusut Tuntas

Menurutnya, kolaborasi dengan para pelaku sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, BULOG berupaya memastikan produksi petani terserap secara maksimal sekaligus mendukung ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaan pengadaan tahun ini, BULOG mengoptimalkan berbagai instrumen operasional, mulai dari memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, meningkatkan kesiapan fasilitas penyimpanan dan pergudangan, hingga mempercepat penyerapan pada momentum panen raya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran proses penyerapan hasil panen sekaligus memastikan stok beras yang dikelola pemerintah tetap kuat. Optimalisasi pengadaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyerapan produksi dalam negeri dan stabilitas pasokan beras bagi masyarakat.

Baca Juga :  Fire And Ash' $200M+ Pasca Natal, 'Marty Supreme' Stun".

Keberhasilan BULOG Kantor Cabang Bojonegoro melampaui target pengadaan turut memperlihatkan pentingnya kontribusi daerah dalam mendukung pencapaian nasional. Realisasi sebesar 104,65 persen di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah melalui penyerapan hasil panen petani.

BULOG berkomitmen melanjutkan optimalisasi pengadaan hingga akhir 2026 melalui penguatan koordinasi, peningkatan efektivitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga penyerapan produksi dalam negeri, memperkuat cadangan beras pemerintah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik Tim Ahli Cagar Budaya, Ratu Dewa Minta Identitas Sejarah Palembang Dijaga
PWI Banten Kecam Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Serang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Realisasi Anggaran Pendidikan Capai Rp 574,2 Triliun, Berikut Detail Penggunaannya
Mulai Tahun 2027, Kemendikbud Siapkan Dispensasi Bagi Guru Non-ASN
Data Jamsostek Bali Jangkau 652.858 Keluarga, Meutya Hafid: Digitalisasi Harus Permudah Masyarakat
Kemenag Gelar Survei Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Mulai 12 Oktober 2026
Siaran Pers: Papan Interaktif Digital Hadirkan Pembelajaran Menyenangkan bagi Siswa SMAN 2 Cibinong
Mendikbud Dampingi Menko PMK Kunjungi SD Negeri Cirimekar 02 yang Kini Lebih Nyaman

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Lantik Tim Ahli Cagar Budaya, Ratu Dewa Minta Identitas Sejarah Palembang Dijaga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:59 WIB

BULOG Lampaui Target Pengadaan Beras Nasional 2026, Realisasi Capai 4,11 Juta Ton

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:49 WIB

PWI Banten Kecam Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Serang, Minta Kasus Diusut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Capai Rp 574,2 Triliun, Berikut Detail Penggunaannya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Mulai Tahun 2027, Kemendikbud Siapkan Dispensasi Bagi Guru Non-ASN

Berita Terbaru