Koalisi Sipil Minta Prabowo Deklarasikan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Sipil Minta Prabowo Deklarasikan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

i

Koalisi Sipil Minta Prabowo Deklarasikan Banjir Sumatera sebagai Bencana Nasional

KOALISI masyarakat sipil anggota Posko Nasional Sumut menilai pemerintah lamban dalam menangani banjir Sumut. Padahal, bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah memasuki minggu kedua.

Posko Nasional Sumut mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status bencana nasional. Pasalnya, pada minggu kedua bencana, ribuan warga di tiga wilayah terdampak masih terisolasi tanpa logistik, layanan kesehatan, sanitasi yang layak, bahkan jaringan listrik. Sedangkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB hingga Sabtu 13 Desember 2025 tercatat 1.006 orang meninggal dunia, 217 orang hilang, dan lebih dari 5.400 orang luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Gulir ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di Aceh, akses ke sejumlah daerah seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Timur masih terputus total. Pendistribusian logistik hanya bisa dilakukan dengan menggunakan helikopter atau perahu nelayan, sementara bantuan menumpuk di Bireuen dan belum sampai ke warga di pegunungan yang terancam kelaparan.

Baca Juga :  Punya cucu, Tora Sudiro jual 5 unit motor gede untuk hari tua

Afif dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengatakan, sebagian besar pengungsi adalah bayi, anak-anak, perempuan, lansia, dan penderita penyakit kronis. Sementara tempat pengungsian dirasa kurang memadai, pelayanan kesehatan minim, sanitasi buruk, harga bahan pokok melonjak, dan listrik tidak stabil.

“Kalau pemerintah tidak memberikan kejelasan, sebagian warga akan meminta dikirim saja kain kafan, karena yang menyebabkan kematian bukan bencananya, tapi penanganannya,” kata Afif dalam keterangan tertulis yang diterima. Tempo pada hari Sabtu, 13 Desember 2025.

Hal serupa juga terjadi di Sumut. Di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, puluhan bencana tanah longsor menyebabkan sejumlah desa terisolasi total. Maulana Sidiq dari Walhi Sumut mengatakan, warga harus berjalan melewati longsor untuk mendapatkan pertolongan.

Di sisi lain, krisis air bersih semakin meluas karena Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengalami kerusakan. Di Batang Toru, kayu yang terbawa banjir merusak jembatan dan rumah warga. Di Tapanuli Selatan, 22 orang tertimbun tanah longsor di kawasan perkebunan dan terkubur secara massal. Pencarian korban terhambat karena kurangnya tenaga, terbatasnya alat berat, dan pemadaman listrik yang belum terselesaikan, kata Maulana.

Baca Juga :  Korban tewas akibat banjir Sumatera mencapai 604 orang

Sumatera Barat juga menghadapi dampak serupa. Banyak nagari yang terputus akibat jembatan roboh dan sungai meluap. Lany Verayanti dari Pos Pulih Sumbar menyoroti tenda pengungsi yang belum layak huni. “Anak-anak, perempuan, dan laki-laki masih bercampur sehingga risiko kekerasan seksual meningkat jika pengobatan tidak tepat,” ujarnya.

Lany menegaskan, pemerintah harus menyediakan tenda tersendiri bagi para pengungsi. Selain itu, dia juga mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan potensi konflik ulayat jika ada rencana relokasi. Sebab, menurut Lany, struktur kepemilikan tradisional di Sumbar sangat kuat.

Posko Nasional Sumut juga menilai minimnya respon dari pemerintah pusat mengakibatkan warga di berbagai lokasi mendirikan shelter sementara secara mandiri. Warga di tiga provinsi, menurut koalisi ini, mendesak agar Prabowo menetapkan status bencana nasional.

Baca Juga :  Jokowi-Arsul Sani ibarat bumi dan langit

Penetapan status ini dinilai penting, terutama mengingat besarnya jumlah korban, lambatnya distribusi logistik, dan potensi korban meninggal akibat keterlambatan pengobatan. Penetapan status bencana nasional juga disebut dapat membuka akses bantuan internasional, mempercepat mobilisasi helikopter dan alat berat, serta memperluas kapasitas koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Edy Kurniawan Wahid, pengacara publik dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, menegaskan prinsip tersebut sumber daya maksimum yang tersediaNegara berkewajiban memaksimalkan segala sumber daya untuk menjamin keselamatan rakyat.

Menurut Edy, parameter status bencana nasional dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana sudah terpenuhi. “Ini masuk dalam kategori kelalaian negara,” kata Edy.

Pilihan Editor: UEA Siap Bantu Banjir Sumatera, Tunggu Lampu Hijau Indonesia

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru