Respons Keras Menteri Pertahanan Sjarie Terkait Penyelundupan Nikel yang Dilakukan WN China di Bandara Khusus IWIP

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Respons Keras Menteri Pertahanan Sjarie Terkait Penyelundupan Nikel yang Dilakukan WN China di Bandara Khusus IWIP

i

Respons Keras Menteri Pertahanan Sjarie Terkait Penyelundupan Nikel yang Dilakukan WN China di Bandara Khusus IWIP

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi tindakan aparat yang berhasil menangkap warga negara asing (WNA) asal China yang mencoba menyelundupkan nikel di Bandara Khusus Weda Bay PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara pada Jumat (5/12).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Menurut Sjafrie dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, upaya penangkapan tersebut merupakan bentuk sikap tegas pemerintah dalam menjaga sumber daya alam negara dari pihak yang bertanggung jawab. Sjafrie melanjutkan, upaya penempatan petugas pengawal pemerintah di bandara IWIP juga merupakan bagian dari upaya menjaga sumber daya alam negara.

Baca Juga :  Cacing Laut “Sederhana” Ini Punya Rahasia: Mata yang Tak Pernah Berhenti Berkembang

“Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan peraturan, dan semua yang kita lihat selama ini akan kita perbaiki. Tidak mungkin ada republik di dalam republik,” kata Sjafrie.

Oleh karena itu, Sjafrie memastikan IWIP dan seluruh bandara swasta lainnya yang sebelumnya minim pengawasan akan dijaga untuk mencegah penyelundupan sumber daya manusia.

Sebelumnya, Satgas Terpadu Bandara IWIP menangkap seorang WNA berinisial MY karena membawa lima bungkus bubuk nikel dan empat bungkus bubuk nikel murni.

Baca Juga :  4 Pengakuan AKBP B Terkait Meninggalnya Dosen Untag Semarang, Terungkap Detik Sebelum Jenazah Ditemukan

Ia ditangkap petugas saat berada dalam penerbangan menggunakan Super Air Jet rute Wade Bay (WDB) – Manado (MDC).

Kronologi penangkapan dan motif pelaku tidak dijelaskan lebih detail. Hingga saat ini, pelaku telah ditangkap dan diperiksa petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sekadar informasi, pengetatan pengawasan bandara IWIP dengan unsur pemerintah merupakan tindak lanjut dari langkah pemerintah pada 29 November 2025.

Pengetatan ini dilakukan karena bandara IWIP yang beroperasi sejak 2019 tidak dilengkapi unsur pengamanan ketat dari pemerintah.

Baca Juga :  Saya Bajingan Tapi Saya Tidak Memakai Topeng Agama

Oleh karena itu, pemerintah telah menempatkan Satuan Tugas Terpadu yang terdiri dari unsur Satgas PAM TNI yaitu Bea dan Cukai; Imigrasi; â Polisi; Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan; Karantina Kesehatan; BMKG; AirNav Indonesia; dan Avsec untuk memperketat area bandara.

Hal ini dilakukan agar bandara tidak menjadi pintu keluar atau masuknya aktivitas ilegal, terutama terkait penyalahgunaan sumber daya alam Indonesia.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru