Bahlil Sebut Sebelumnya Negara Maju Juga Sempat Viral Babat Hutan Lagi Usai Banjir Bandang Melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

Minggu, 30 November 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil Sebut Sebelumnya Negara Maju Juga Sempat Viral Babat Hutan Lagi Usai Banjir Bandang Melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

i

Bahlil Sebut Sebelumnya Negara Maju Juga Sempat Viral Babat Hutan Lagi Usai Banjir Bandang Melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Video yang memperlihatkan Bahlil yang mengatakan bahwa negara-negara maju biasa menebangi hutannya kembali viral setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Video klip tersebut memperlihatkan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI saat menyampaikan pemaparan mengenai program hilirisasi Indonesia pada acara Jakarta Geopolitik Forum IX/2025 pada 4 Juni.

Video yang diposting Muhammad Said Didu di akun @msaid_didu mendapat beragam komentar dari netizen.

Salah satu netizen August Hnedri dengan akun @Hnedri menuliskan komentar, ‘Pak Bahl, kami menerapkan Ihsan tidak hanya pada sesama manusia seperti yang Anda katakan’.

“Tetapi sebagai manusia yang cerdas kita juga harus menunjukkan kebaikan kepada makhluk lain. Tunjukkan kebaikan kepada rumah gajah, harimau, dan burung-burung cantik yang hidup di hutan. Salam cerdas pak,” tulisnya.

Pernyataan Bahlil saat itu terkait bagaimana negara memanfaatkan sumber daya alam, mulai dari hutan hingga pertambangan.

Baca Juga :  Sosok Mahyeldi, Gubernur Sumbar yang mendapat bantuan luar negeri meski pemerintah belum mengeluarkan izin

Bahkan dalam keterangannya Bahlil mempertanyakan alasan Indonesia ingin mengeksploitasi sumber daya alamnya, ada pula yang merasa terganggu.

“Negara-negara lain di tahun 40an, 50an, dan 60an juga banyak hutannya, tambangnya juga banyak, semuanya banyak,” jelas Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM RI pada acara Jakarta Geopolitik Forum IX/2025 pada 4 Juni lalu.

Bahlil menambahkan, saat itu negara mereka belum berkembang seperti sekarang.

“Jadi mereka ambil sumber daya alamnya, hutannya dibabat, tambangnya diambil dan mungkin lingkungan mereka saat itu tidak lebih baik dari yang kita lakukan sekarang,” ujarnya.

“Pertanyaan saya adalah, siapa yang memprotes mereka saat itu.”

“Sekarang negara kita, negara berkembang yang punya sumber daya alam, baru mulai berpikir untuk mendapatkan nilai tambah untuk kemudian mensejahterakan rakyatnya, untuk bisa berkembang, kok ada yang merasa terganggu, ada apa dibalik itu?” tanya Bahlil.

Baca Juga :  Saat Dua Raja Keraton Surakarta Salat Jumat Bersama di Masjid Raya Tapi Tak Saling Menyapa

Bahlil mengatakan, pembangunan hilirisasi dalam 5-6 tahun terakhir belum sempurna.

Salah satu netizen menyatakan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Bahlil yang menyebutkan negara maju mengeksploitasi sumber daya alamnya.

“Negara maju mana yang mengeksploitasi alam? Negara maju mengeksploitasi negara lain yang pemimpinnya bodoh,” tulis Pak Taka dengan akun X@ardianTaka.

“Serakah, alam negara dirusak tanpa ada rasa malu. Yang penting dapat kekayaan. Orang mati, bukan urusan saya susah!?,” imbuh Machmud Yahya dengan akun X@MachmudYaha.

Pada kesempatan lain, Bahlil saat Talkshow Aksi Nyata Bumi Lestari di DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat 28 November menyampaikan belasungkawa kepada para korban banjir yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Selain itu, Bahlil juga mengumumkan akan menata ulang peraturan terkait pengelolaan lingkungan hidup.

“Khusus di sektor pertambangan, saya akan mengambil tindakan, langkah-langkah terukur, untuk menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral Warga Aceh Pasang Bendera Malaysia di Tenda Pengungsi, Dimana Negaranya?

Bahlil juga mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan banjir akibat aktivitas penambangan liar.

Diketahui, Aceh, Sumut, dan Sumbar beberapa hari lalu dilanda banjir bandang akibat tingginya intensitas curah hujan.

Akibatnya, tidak hanya air, lumpur dan kayu juga menerjang desa dan rumah warga.

BNPB mencatat, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 174 orang hingga Jumat 28 November sore.

Korban tewas di Aceh 25 orang dan 25 lainnya masih hilang, di Sumut 116 orang dan 42 orang masih dalam pencarian.

Sementara di wilayah Sumbar, 23 orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya masih dalam pencarian.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional
GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi
Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi
Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia
Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow
Banyak yang minta AI direm, Komdigi buka suara
Cabor Dayung XVI Provinsi Sumbar, Kantongi 7 Medali Emas dalam Sehari
Puluhan Tokoh Adat dan Budaya Kunjungi Gedung Negara Grahadi

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:15 WIB

GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow

Berita Terbaru