Mahful MD PBNU Sentil – Jaringan RisalePos

Rabu, 26 November 2025 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahful MD PBNU Sentil - Jaringan RisalePos

i

Mahful MD PBNU Sentil - Jaringan RisalePos

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus tokoh budayawan NU, Prof Mahfud MD, memberikan sindiran keras kepada PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) atas polemik yang terjadi antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan PBNU Rais Aam Miftachul Akhyar.

Menurutnya, polemik seperti itu tidak seharusnya terjadi. Apalagi, kepengurusan PBNU saat ini hanya mempunyai waktu satu tahun lagi yakni akhir tahun 2027.

Selain itu, berdasarkan informasi yang didengarnya, pemicu utama polemik yang terjadi antara Gus Yahya dan Kiai Miftach adalah terkait pengurusan izin pertambangan.

Baca Juga :  Siapa Peter Berkowitz? Pemicu Ketua Umum PBNU Gus Yahya diminta mundur adalah Kiai Syuriah

“Kenapa bertahan setahun? Sudahlah, lupakan saja, semua bersatu, sekarang kita kembali demi NU. Kita malu, bisnis pertambangan,” kata Mahfud MD dalam postingan Frank Frank, dikutip Holopis.com, Selasa (25/11/2025).

Ia mengatakan, ada pengalaman ketika PBNU dan Muhammadiyah justru bersatu untuk menentang ketidakadilan tata kelola pertambangan di NKRI. Ketua Umum PBNU saat itu adalah KH Ahmad Hasyim Muzadi. Sedangkan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah adalah Muhammad Sirajuddin Syamsuddin alias Din Syamsuddin.

Dalam cerita itu, kedua pimpinan dua ormas Islam besar di Indonesia itu mengaku sudah berbicara dengan lembaga legislatif dan eksekutif. Namun pendapat mereka sepertinya tidak didengar atau ditanggapi dengan baik. Sehingga keduanya mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggugat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba).

Baca Juga :  Luhut hanyalah dongeng! - Jaringan RakyatPos

Bukan berarti meminta untuk terlibat dalam pengelolaannya, justru kedua organisasi tersebut tidak mau terlibat dalam pengelolaan sektor pertambangan di Indonesia. Hanya saja karena melihat banyak praktik korupsi di sektor ini, mereka sepakat menggugat demi perbaikan regulasi dan undang-undang.

Sementara itu, situasinya sangat berbeda dengan saat ini. Mengapa PBNU justru terjebak dalam situasi perselisihan tata kelola pertambangan di lingkaran organisasi pimpinan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari itu?

“Jadi saat itu Ketua NU dan Ketua PP Muhammadiyah datang ke Mahkamah Konstitusi untuk mengadukan ketidakadilan pengelolaan tambang. Nah sekarang terjadi keributan karena pengelolaan tambang tersebut,” bentaknya.

Baca Juga :  Meriah dan Penuh Keakraban, HUT Ke-57 PKPS Lampung Eratkan Silaturahmi Perantau Pesisir Selatan

Oleh karena itu, Mahfud MD berharap polemik yang terjadi di lingkungan PBNU segera berakhir. Kedua belah pihak hendaknya membuat kesepakatan dan berdamai untuk membangun dan mengelola organisasi peninggalan tokoh Nahdliyyin tersebut.

“Kasihan sekali, NU itu pilar NKRI, pilar wasathiyaah, sama dengan Muhammadiyah. Kalau ini rusak, akan terjadi keresahan umat, hubungan Islam dan negara mulai memanas, kita rugi besar,” tutupnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru