BANDASAPULUAH.COM – Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, membantah tegas isu dugaan akuisisi partai yang belakangan beredar di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan cenderung menyesatkan opini publik.
Risnaldi menyampaikan, framing yang berkembang seolah-olah NasDem telah berubah menjadi entitas komersial adalah tidak berdasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak benar ada akuisisi atau pertukaran kepentingan seperti yang berkembang. Partai ini tetap berdiri pada prinsip dan idealisme yang selama ini dijaga,” tegasnya di Painan, Rabu (15/4/2026).
Ia menilai, isu yang beredar tidak hanya keliru, tetapi juga telah membentuk persepsi publik secara tidak proporsional.
Hal ini, lanjutnya, berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi partai.
Risnaldi juga mengungkapkan bahwa kader NasDem di berbagai daerah turut menyampaikan keberatan atas narasi tersebut.
Mereka menilai isu ini bukan sekadar kritik, melainkan sudah mengarah pada pembentukan opini yang tidak berdasar.
“Ini bukan sekadar kritik, tapi sudah mengarah pada pembentukan opini yang tidak berdasar. Kami tentu keberatan karena menyangkut marwah organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, NasDem tetap berkomitmen menjalankan peran politik secara profesional dan tidak didasarkan pada kepentingan pragmatis.
Komitmen tersebut, kata dia, telah menjadi fondasi perjuangan partai sejak awal berdiri.
Selain itu, kader dan pengurus NasDem secara nasional juga disebut telah menyuarakan sikap serupa dengan meminta adanya klarifikasi serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang menyebarkan narasi tersebut.
Sebagai salah satu pendiri Partai NasDem di Sumatera Barat, Risnaldi menambahkan bahwa nilai-nilai idealisme selalu menjadi pegangan utama.
Ia juga menegaskan bahwa Ketua Umum Surya Paloh tidak pernah mengajarkan politik yang bersifat pragmatis.
“Sejak awal, NasDem dibangun dengan semangat restorasi. Itu yang terus kami jaga hingga hari ini,” tutupnya.






