Legislator Minta Pengelolaan Benda Bersejarah dari Belanda Libatkan Ahli Waris

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Minta Pengelolaan Benda Bersejarah dari Belanda Libatkan Ahli Waris

i

Legislator Minta Pengelolaan Benda Bersejarah dari Belanda Libatkan Ahli Waris

BANDASAPULUAH.COM –

Samrut Lellolsima | Senin, 12/10/2026 17:42 WIB

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh. (Foto: Timur)

Jakarta, Jurnas.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh meminta pemerintah membuka ruang musyawarah dengan ahli waris kerajaan dan kesultanan nusantara terkait pengelolaan benda bersejarah yang akan dipulangkan dari Belanda.

Menurut dia, pengembalian puluhan ribu koleksi cagar budaya tersebut harus dibarengi dengan langkah nyata untuk memastikan benda-benda tersebut tetap terjaga dan dikelola dengan memperhatikan sejarah dan asal usul kepemilikannya.

Permintaan ini menyusul kesepakatan antara Indonesia dan Belanda untuk memulangkan 29.763 benda cagar budaya dan 427 jenazah yang pernah berada di Belanda.

Baca Juga :  Masalah 100 Tahun Terpecahkan? Ilmuwan Menemukan Cara Membekukan Organ Tubuh Tanpa Merusaknya

Pangeran Khairul Saleh mengatakan, sebagian dari koleksi tersebut memiliki ikatan erat dengan kerajaan dan kesultanan di nusantara.

Benda-benda tersebut diduga diambil atau dirampas pada masa penjajahan, sehingga keberadaan ahli waris perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan pengelolaannya.


“Dari sejarah, barang-barang tersebut disita atau diambil Belanda dari pemiliknya, baik swasta, kesultanan, maupun kerajaan. Tentu ada ahli waris atau keturunannya,” kata Pangeran Khairul Saleh dalam siaran pers, Senin (12/10).

Ketua Forum Persahabatan Istana Nusantara (FSKN) ini mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut dari kementerian terkait terkait mekanisme repatriasi atau rencana pengelolaan koleksi tersebut. Ia juga menunggu penjelasan dan tindak lanjut pemerintah.

Bagi Pangeran Khairul Saleh, pemulangan benda bersejarah bukan sekadar soal pengembalian koleksi ke Indonesia. Lebih dari itu, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mengembalikan keterkaitan sejarah antara benda-benda tersebut dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan dengan keberadaannya.

Baca Juga :  Tersangka Roy Suryo Cs Semakin Membuat Bingung Jokowi

Ia meyakini koleksi masa kolonial memuat jejak-jejak kekuasaan kekaisaran, perjalanan kerajaan dan kesultanan nusantara, serta perlawanan terhadap kolonialisme. Oleh karena itu, pengelolaan hendaknya tidak hanya berorientasi pada penyimpanan fisik dan pemeliharaan benda saja.

Menariknya, Kementerian mengundang atau melibatkan ahli waris untuk membahas pengelolaan bukti sejarah tersebut, kata Pangeran yang juga Ketua Sultan Banjar itu.

Ia berharap pemerintah dapat mengembangkan kebijakan pengelolaan yang memperhatikan nilai sejarah, asal usul dan hubungan koleksi tersebut dengan kerajaan atau kesultanan terkait. Melibatkan ahli waris juga dinilai penting agar proses pengembaliannya memberikan manfaat bagi kelestarian sejarah dan budaya Indonesia.

Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan benda-benda tersebut tidak hanya menjadi koleksi sejarah, tetapi juga sumber pengetahuan bagi generasi mendatang untuk memahami kekayaan peradaban Indonesia serta berbagai peristiwa kelam pada masa penjajahan.

Baca Juga :  Kisah Putu Rama Kumpulan 12 Prestasi Matematika

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kesepakatan repatriasi koleksi dari Belanda dilakukan atas permintaan Indonesia berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda (Komite Koleksi Kolonial Belanda).

Selain benda cagar budaya, repatriasi juga mencakup 427 jenazah yang dikumpulkan Eugene Dubois di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pengembalian koleksi tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia memulihkan benda-benda yang mempunyai nilai penting bagi sejarah dan warisan budaya bangsa.

KATA KUNCI:

Berita DPR dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh, Benda Bersejarah Belanda, Pewaris

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dekatkan Budaya Solo ke Wisatawan, Wali Kota Respati Pamerkan Koleksi Museum di 9 Hotel Solo Raya
TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali
Pangeran Khairul Saleh meminta ahli warisnya ikut terlibat dalam pengelolaan benda cagar budaya asal Belanda
KLH/BPLH Gandeng Kemenag dan Kemendikbud, 2.649 Sekolah Bergerak Wujudkan Pertobatan Ekologis Demi Lingkungan Berkelanjutan
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus
Papua Barat Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp 57,06 Miliar
Taklukkan Lintasan Menuju Payo, Atlet Road Race Porprov XVI Sumbar Adu Daya Tahan
Peduli Keselamatan Lalu Lintas, Polres Serang Bagikan 50 Helm Gratis kepada Pengguna Jalan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dekatkan Budaya Solo ke Wisatawan, Wali Kota Respati Pamerkan Koleksi Museum di 9 Hotel Solo Raya

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Legislator Minta Pengelolaan Benda Bersejarah dari Belanda Libatkan Ahli Waris

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Pangeran Khairul Saleh meminta ahli warisnya ikut terlibat dalam pengelolaan benda cagar budaya asal Belanda

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

KLH/BPLH Gandeng Kemenag dan Kemendikbud, 2.649 Sekolah Bergerak Wujudkan Pertobatan Ekologis Demi Lingkungan Berkelanjutan

Berita Terbaru



                                    TJSL BRI Finance (ist/atnews)

Nasional

TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali

Senin, 12 Okt 2026 - 18:15 WIB