Banjir melanda Tapan, Sekretaris Basa Ampek Balai mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir melanda Tapan, Sekretaris Basa Ampek Balai mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan

i

Banjir melanda Tapan, Sekretaris Basa Ampek Balai mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan

BANDASAPULUAH.COM –

Pesisir Selatan, Redaksisatu.Id.Batubara — Banjir Tapan kembali melanda pemukiman warga dan jalur transportasi antarprovinsi akibat tingginya curah hujan yang terjadi di kawasan tersebut. Meluapnya sungai berarus deras itu memutus akses kendaraan yang menghubungkan Sumbar dan Bengkulu.
Banjir yang melanda Tapan dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas sangat tinggi pada Sabtu sore (10/10/2026). Persediaan air yang tinggi menyebabkan Sungai Batang Tapan meluap hingga melampaui tanggul.
Genangan air meluap hingga menutupi jalan Tapan hingga Bengkulu. Lokasi bencana ini berada di wilayah Nagari Tapan, Basa Ampek Balai (BAB) Kecamatan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Menyikapi luapan air tersebut, Pemkab BAB Tapan bergerak cepat mengunjungi lokasi kejadian. Langkah cepat diambil untuk memastikan keselamatan warga di daerah yang terkena dampak.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Basa Ampek Balai Tapan Mukhtar Lovi turun untuk segera memantau ketinggian air pada pukul 20.23 WIB. Kehadiran pihak kecamatan bertujuan untuk memantau situasi secara terukur.
Mukhtar Lovi mengimbau warga sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman luapan susulan. Kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menambah kedalaman perairan.
Dalam kegiatan pemantauan di lapangan, Mukhtar Lovi didampingi aparat keamanan dan pemerintah desa. Babinsa BAB Tapan Koptu Dayan Eka Putra menemaninya di lokasi banjir.
Dua tokoh desa juga turut mendampingi pemeriksaan aliran banjir di jalan lintas tersebut. Wali Nagari Tapan Muswardi dan Wali Nagari Tapan Robi Indra terlihat memantau kondisi rumah warganya.
Mukhtar Lovi mengumumkan akses jalan Padang hingga Bengkulu harus ditutup sementara. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.
Penutupan jalan antarprovinsi bertujuan untuk meminimalisir dampak kerusakan terhadap rumah warga. Gelombang air dari kendaraan yang melintas berisiko merusak dinding rumah di pinggir jalan.
Sekretaris BAB Tapan menegaskan, keselamatan warga dan pengguna jalan menjadi prioritas utama pemerintah. Pengendara diminta tidak memaksakan diri melewati genangan air yang deras.
Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter di atas permukaan jalan. Ketinggian air ini dinilai sangat berbahaya bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
Pemkab BAB Tapan berjanji akan menyiagakan petugas di lokasi banjir secara berkala. Pemantauan kecenderungan naik turunnya air sungai dilakukan hingga kondisi benar-benar normal.
Pengalihan atau penutupan jalan lintas ini akan dicabut setelah air benar-benar surut. Pihak kecamatan menjamin akan dibukanya jalan baru jika situasi dipastikan aman untuk dilalui.
Terkait total nilai kerugian materil akibat banjir tersebut, pihak kecamatan belum bisa memberikan rincian pastinya pada Sabtu malam. Pendataan resmi masih menunggu proses surutnya air di pemukiman warga.

Pemerintah kecamatan mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Tapan agar tetap waspada menghadapi segala kemungkinan. Instruksi keselamatan dari petugas di lapangan harus dipatuhi bersama. (Merah/T).

Baca Juga :  Cirebon Lumpuh, Kantor Pemerintahan Juga Terendam Akibat Banjir

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  BMKG Kalbar: Musim Hujan Berangsur Masuk, Puncaknya Diprediksi Desember-Januari

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

Berita Terbaru