BANDASAPULUAH.COM –
Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggantikan seluruh Kapolda di Pulau Jawa. (Foto: Disway)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan adanya Kapolri baru sebagai orang pilihan Prabowo, maka kasus ini layak diambil alih oleh Mabes Polri. Inilah momentum Jenderal Suyudi Ario Seto membuktikan janjinya untuk membahagiakan masyarakat.
Oleh : M Rizal Fadillah
KEKUATAN: Selamat datang Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan selamat tinggal Kapolri lama Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu penggantinya, padahal penggantiannya terjadi dengan super cepat, rasanya sudah tidak ada kejutan lagi. Apalagi, kegemaran Listyo Sigit rupanya berlanjut dengan jabatan barunya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).
Tapi itu cukup baik untuk membangun harapan. Kapolri pilihan Prabowo Subianto ini berjanji akan lebih dekat dan tidak merugikan masyarakat, janji bersama bagi mereka yang baru menjabat.
Selanjutnya kita memasuki tahap pengujian, apakah kita konsisten dalam menjalankan amanah atau malah mengkhianati diri sendiri, bahkan mungkin menjadi penjilat?
Adanya budaya buruk dalam pola penyelenggaraan negara selama ini harus diubah. Jenderal Suyudi diharapkan mampu melakukan hal itu.
Ujian keberanian di depan mata kita adalah menyelesaikan berlarut-larutnya penanganan dugaan ijazah palsu Joko Widodo.
Pada masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, polisi terkesan berfungsi sebagai abdi dan pelindung Jokowi, sehingga penanganannya terasa rumit dan sulit. Indonesia adalah bangsa primitif yang tidak mampu membuktikan apakah suatu ijazah asli atau palsu. Selembar kertas.
Di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, hal ini diharapkan bisa cepat terungkap. Masyarakat yang menilai ijazah Jokowi palsu akan segera melihat buktinya.
Bukankah Prabowo yang memilih Suyudi Ario Seto pernah menyatakan sudah mengetahui ijazah Jokowi palsu? Jadi, ini menjadi modal kuat bagi Kapolri yang baru untuk bekerja membahagiakan masyarakat. Saatnya untuk mulai menguji keberanian Anda.
Penghentian penyidikan TPUA Dumas pada 22 Mei 2025 oleh Direktorat Reserse Kriminal Mabes Polri dinilai kontroversial dan terkesan dipaksakan. Kesimpulan ijazah Jokowi identik dengan ijazah ketiga sahabatnya menimbulkan misteri, siapakah ketiga sahabat tersebut?
Apakah keasliannya telah diverifikasi? Palsu dan palsu pasti identik.
Pengadu masyarakat dan pakar menyampaikan perbandingan ijazah tiga sahabat lainnya, yakni Frono Jiwo (1115), Hary Mulyono (1116), dan Sri Murtiningsih (1117) dan hasilnya ternyata tak sama dengan ijazah Jokowi (1120). Namun semua bukti ini diabaikan. Desain yang sama dipertahankan sebagai kredo.
Kini Dumas baru telah diserahkan ke Mabes Bareskrim Polri pada 13 Mei 2026 dengan fokus berbeda dari sebelumnya.
Lebih ditekankan pada fotokopi ijazah yang digunakan Jokowi saat mendaftar ke KPUD Surakarta, KPUD DKI, dan KPU Pusat serta dugaan pemalsuan atau pemalsuan di Pasar Pramuka. Indikasi dokumen tersebut palsu atau dipalsukan sangat kuat.
Mabes Bareskrim Polri melimpahkan penanganannya kepada Polda Metro Jaya pada 23 Juli 2026 dengan amanah agar Dumas memperhatikan dan menindaklanjutinya. Jika ditemukan unsur pidana maka harus diselesaikan.
Polda Metro telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan, 7 September 2026. Pendumas M Rizal Fadillah, Rustam Еfendi, dan Heru Purwanto telah menjalani pemeriksaan awal di Subdit Unit V Kementerian Negara.
Mengingat ada kekhawatiran konflik kepentingan yang dapat mengganggu objektivitas penyidikan, Bareskrim Polda Metro diminta memindahkan penyidikan ke unit lain.
Namun mengingat selama pemeriksaan masih dilakukan Polda Metro, masih ada konflik kepentinganyakni berpihak pada Jokowi. Sebaiknya kasus Dumas ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri.
Dengan adanya Kapolri baru sebagai orang pilihan Prabowo, maka kasus ini layak diambil alih oleh Mabes Polri. Inilah momentum Jenderal Suyudi Ario Seto membuktikan janjinya untuk membahagiakan masyarakat.
Polisi bukan lagi abdi atau oligarki Jokowi, melainkan elemen demokrasi yang bermakna bagi pemulihan kedaulatan rakyat.
Bongkar Ijazah Palsu Jokowi Jadi Uji Keberanian Kapolri Jenderal Suyudi, Siapa Takut? Atau apakah dia masih hanya bisa mengangguk dan punya nyali?
Mari kita lihat bukti dan langkah tindak lanjutnya.
*) M Rizal Fadillah, Pengamat Politik dan Nasional
Pendapat yang dikemukakan dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






