Anies Cerita ke Anak Korban Banjir di Aceh, Tenda Pengungsi Jebol

Rabu, 10 Desember 2025 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Cerita ke Anak Korban Banjir di Aceh, Tenda Pengungsi Jebol

i

Anies Cerita ke Anak Korban Banjir di Aceh, Tenda Pengungsi Jebol

KOTA ACE – Kisah Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Mantan Calon Presiden Anies Baswedan di tenda pengungsian anak-anak korban banjir Aceh Tamiang, Selasa malam (9/12/2025). Kehadirannya mengundang gelak tawa dan pesan jujur, sekaligus mengantarkan bantuan logistik ke desa-desa yang terkena dampak paling parah. Di Dusun Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang, duka mendalam dirasakan anak-anak.

Mereka kehilangan keceriaan masa kecil, wajah lelah muncul setelah berhari-hari tinggal di tenda seadanya. Perlahan, senyuman mulai muncul kembali saat para relawan hadir sekadar untuk menghibur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tenda berwarna jingga tua hanya diterangi senter.

Di tengah kepenatan tersebut, Anies Baswedan yang akrab disapa Abah duduk dikelilingi anak-anak sambil bercerita.

Ia bercerita tentang seorang anak bernama Badu yang suka berbohong hingga ia benar-benar digigit buaya.

Pesan moral disampaikan melalui interaksi langsung.

“Apa hikmahnya di sini? Apa yang tidak bisa dilakukan? Bohong,” kata Anies disambut respons serentak anak-anak: “Harus jujur.”

Tawa dan celotehan pun pecah saat Anies mendalami kisah tersebut dengan aksi demonstrasi.

Anak-anak tampak fokus, sesekali bersorak, seolah sejenak melupakan kesedihan yang dialaminya.

Baca Juga :  Ribuan Kayu Bulat yang Ditempel Stiker Kementerian Kehutanan Viral Terkait Banjir Sumatera, Bantah Direktur

Mengenakan rompi biru bertuliskan weAreHumanies dan syal bermotif hitam putih, Anies tampil serius namun hangat.

Di belakangnya, pakaian dan tas digantung di kayu penyangga tenda, menunjukkan kesederhanaan hidup pengungsi.

Malam itu, tenda pengungsian yang suram berubah menjadi ruangan penuh tawa dan pesan kejujuran.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Tak Korup Dana Bencana: Mohon Sanksinya di Akhirat

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, meninggalkan luka mendalam bagi warga.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mencatat 58 orang meninggal dunia, 23 orang hilang, dan lebih dari 262.000 orang mengungsi di 12 kecamatan.

Sementara itu, laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bencana di Sumatera secara keseluruhan menyebabkan 961 orang meninggal, 293 orang hilang, dan 5.000 orang luka-luka.

Mengunjungi dan Memberikan Bantuan di Desa-Desa yang Paling Sulit

Selain bercerita, Anies juga mengunjungi salah satu desa yang paling parah terkena dampak banjir di Aceh Tamiang. Kedatangannya untuk mengantarkan bantuan logistik sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat.

Baca Juga :  Monev Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2025 di Desa Sumber Sari Berjalan Baik

Kunjungan tersebut tak banyak diketahui masyarakat, hanya beredar melalui akun TikTok “Apa Aja” yang diunggah 16 jam sebelum Selasa (9/12/2025) pukul 11.30 WIB.

Di kampung tersebut, Anies terlihat berada di sebuah pesantren yang masih berdiri kokoh meski banyak rumah yang hancur terendam air dan batang kayu berukuran besar akibat pembalakan liar dari pegunungan. Di sekitar pesantren, terdapat masjid yang masih berdiri.

Saat berbincang dengan seorang ustadz, Anies menyebut banjir di Aceh Tamiang sebagai bencana. Ia menilai pesantren merupakan benteng yang melindungi rumah-rumah masyarakat agar tidak tertimpa potongan kayu berukuran besar.

Tadi Anda bilang kayu ini ada akarnya ya, artinya kayu ini langsung dari hutan, ada juga yang sudah dipotong-potong, kata Anies.

Ia menambahkan, “Insya Allah dalam suasana seperti ini sulit untuk berbicara hikmah. Tapi kami yakin hikmah itu ada.”

Anies juga mengingatkan, pada tahun 2005 tempat itu pernah ditimbun, namun ia yakin suatu saat pesantren tersebut akan menjadi besar.

“Ini sebenarnya catatan dan sejarah bahwa daerah ini pernah dilanda gempa, dilanda suasana seperti sekarang ini, dan terus bangkit. Pondok pesantren ini semakin tua dan kokoh. Biarlah masjid ini menjadi simbol. Apa nama masjidnya?” dia bertanya.

Baca Juga :  Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja mengeluarkan siaran pers terkait hasil kunjungan Perdana Menteri Le Minh Hung.

Ustadz menjawab, “Masjid Assunnah, Pondok Pesantren Darul Mukhlisin.”

Namun, kondisi pengungsi masih penuh tantangan. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Langsa, Putra Zulfirman mengabarkan, banyak pengungsi yang mulai sakit.

“Warga pengungsi banyak yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut, batuk, demam, penyakit kulit, dan gatal-gatal. Anak-anak juga mulai mengalami gangguan pencernaan karena kondisi lingkungan yang tidak higienis,” ujarnya.

Seorang warga pengungsi menambahkan, “Kami sudah seminggu berada di tenda, anak-anak sering batuk dan demam. Air bersih sangat terbatas.”

Di tengah kondisi tersebut, cerita sederhana dan kunjungan ke desa-desa terdampak paling parah memberikan hiburan sekaligus pengingat bahwa kejujuran dan semangat positif adalah nilai-nilai yang harus dijaga, bahkan di masa tersulit sekalipun.

Dibalik kegaduhan tenda dan kokohnya masjid pengungsi, pesan jujur ​​dan semangat bangkit menjadi secercah cahaya kecil bagi Aceh Tamiang.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru