Kuburan massal korban Galodo di Agam, terdapat mayat tanpa kepala dan hanya paha

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuburan massal korban Galodo di Agam, terdapat mayat tanpa kepala dan hanya paha

i

Kuburan massal korban Galodo di Agam, terdapat mayat tanpa kepala dan hanya paha

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Bau lumpur bercampur kesedihan menyelimuti Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Di tengah rusaknya lahan akibat banjir bandang dan tanah longsor, sebidang tanah sederhana kini menjadi tempat peristirahatan terakhir puluhan korban tragedi tragis tersebut.

Lahan kosong yang sehari sebelumnya masih tak tersentuh kini menjadi kuburan massal warga yang nyawanya terbawa arus galodo pada akhir November 2025.

Dengan peralatan seadanya, tanpa menunggu dukungan logistik, warga Kampung Tengah terpaksa mengambil keputusan berat: menguburkan jenazah korban secara massal untuk mencegah pembusukan dan risiko penyebaran penyakit.

Sejak Sabtu (29/11/2025), mereka bekerja secara shift, menggali kuburan, menata jenazah, bahkan mengiringi salat sederhana di tengah tanah lempung dan cuaca tidak bersahabat.

Ium, salah satu warga, menggambarkan bagaimana setiap penemuan jenazah membawa luka baru bagi masyarakat.

“Sampai Kamis (12/4/2025), sudah sekitar 33 jenazah yang dikuburkan. Ada 20 jenazah dalam satu lubang. Ada yang organ tubuhnya tidak lengkap. Daripada membusuk, langsung kita kubur,” ujarnya.

Proses pencarian dan identifikasinya sangat sulit. Banyak jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak lengkap, bahkan ada yang hanya sebagian tubuhnya saja.

“Hanya bagian pahanya yang tersisa…ada pula yang terpotong arus,” ucap Ium lirih.

Beberapa jenazah sama sekali tidak dapat dikenali. Kedua jenazah tersebut langsung dimakamkan tanpa identitas karena tidak ada keluarga yang datang untuk mencocokan ciri-cirinya.

Keputusan ini harus diambil secepatnya, karena waktu dan cuaca tidak bisa bersatu. Setiap jam keterlambatan berarti risiko kesehatan bagi warga meningkat.

Di lokasi pemakaman massal, warga terlihat bekerja tanpa kenal lelah. Ada yang mencangkul tanah basah, ada yang mengangkat kantong jenazah, dan ada pula yang berdiri di pinggir kuburan sambil berdoa.

Adegan tersebut menyampaikan kesedihan yang tenang, namun juga tekad yang luar biasa.

Di desa yang telah kehilangan begitu banyak nyawa ini, solidaritas adalah satu-satunya kekuatan.

Pemakaman massal ini hanyalah salah satu bagian dari duka panjang yang dialami warga Kampung Tengah.

Proses evakuasi masih berlangsung di titik-titik yang sulit dijangkau, dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.

Di balik gundukan tanah basah yang baru tertutup, ada puluhan kisah kehidupan yang terhenti.

Tanah tersebut kini menjadi monumen anonim, pengingat betapa besarnya kekuatan alam dan betapa besarnya ketahanan masyarakat yang tetap berdiri di tengah kehancuran.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru