Gubernur BI Tak Serius Bantu Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Kecewa!

Sabtu, 29 November 2025 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur BI Tak Serius Bantu Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Kecewa!

i

Gubernur BI Tak Serius Bantu Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu Purbaya Kecewa!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecewa dengan kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Pasalnya, kebijakan moneter yang diterapkan bank sentral masih terlalu ketat sehingga membatasi penggerak fiskal yang dilakukan pemerintah.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Menurut Purbaya, pertumbuhan uang primer atau M0 berada pada level negatif. Kondisi ini, kata dia, mempersempit ruang gerak perekonomian.

Sebenarnya, penyempitan ruang perekonomian yang dipicu ketatnya likuiditas sudah terjadi sejak tahun 2024. Namun sayangnya banyak masyarakat yang belum menyadarinya. Atau mungkin mereka sengaja merahasiakannya.

“Kalau uang kita begini, ini sudah pertumbuhan uang kita yang negatif. Kita sempat kesusahan, tapi saat itu kita semua belum sadar. Dan sekarang saya coba perbaiki,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Akibatnya perekonomian Indonesia mengalami perlambatan pada delapan bulan pertama tahun 2025. Setelah itu, kebangkitan ekonomi mulai terasa. Namun saat ini pemulihan ekonomi hanya didukung oleh satu sisi yaitu fiskal. Berbagai stimulus dan penempatan kas negara ke bank Himbara menjadi motor penggerak perekonomian.

“Masih ada mesin perekonomian kita yang belum membantu, yaitu dari sisi moneter. Ini suntikan positif hanya dari sisi fiskal,” lanjut mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini.

Ke depan, ia berharap BI bisa mengurangi penyerapan dana perbankan yang saat ini mencapai Rp 1.000 triliun melalui instrumen SRBI (Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia) dan operasi pasar terbuka.

“Sehingga likuiditas menjadi lebih longgar lagi. Bisa sedikit terbantu. Lebih bagus lagi kalau dikurangi, peredaran uang bisa lebih longgar dan membantu pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, dalam kondisi perekonomian yang masih membutuhkan dorongan likuiditas, pertumbuhan M0 sebesar 20 persen masih bisa ditoleransi tanpa menimbulkan inflasi yang berlebihan.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru