BANDASAPULUAH.COM – Kontingen sepak takraw Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berhasil menyumbangkan tujuh medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Tujuh medali tersebut terdiri atas empat medali perak dan tiga medali perunggu yang diraih atlet putra dan putri pada sejumlah nomor pertandingan.
Bertindak sebagai tuan rumah cabang olahraga sepak takraw yang dipusatkan di GOR Zaini Zein, Painan, Pessel tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan, tetapi juga menunjukkan kemampuan atlet daerah dalam bersaing dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
Empat medali perak yang diraih kontingen Pessel berasal dari nomor ganda putra, beregu putra, kuadran putra, dan beregu putri. Sementara itu, tiga medali perunggu diperoleh melalui nomor kuadran campuran, beregu putri, dan beregu putra, berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan kontingen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manajer tim sepak takraw putra Pessel, Yurnalisman, S.Pd.I., mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah berupaya mengharumkan nama daerah pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan tim menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026.
“Kita patut bersyukur karena berhasil meraih empat medali perak dan tiga perunggu. Tentu masih ada yang perlu dievaluasi, namun perjuangan dan semangat para atlet menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi ke depan,” kata Yurnalisman.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah membantu tim sepak takraw Pessel selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, pengalaman berlaga pada Porprov menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar atlet semakin matang menghadapi kejuaraan berikutnya.
Yurnalisman berharap capaian tersebut tidak membuat para atlet berpuas diri. Hasil Porprov, katanya, perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan teknik, strategi permainan, kekompakan tim, dan mental bertanding.
Pada sektor putra, tim sepak takraw Pessel didampingi pelatih Hasri Prengki, S.Pd., dan asisten pelatih Afriko Roni, dengan Yurnalisman sebagai manajer. Sementara itu, sektor putri ditangani pelatih Jasri Dasrial, S.Pd., dan asisten pelatih Harmis Yusril, S.Pd., dengan Novrianto, S.E., sebagai manajer.
Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, turut mengapresiasi perjuangan para atlet sepak takraw yang telah menyumbangkan medali bagi kontingen daerah pada Porprov XVI Sumbar 2026.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet Pessel memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat provinsi. Namun, prestasi yang telah diraih perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan berkelanjutan agar kemampuan atlet semakin meningkat.
“Medali ini patut kita syukuri. Kita berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang,” kata M. Adli.
Ia berharap momentum Pessel sebagai tuan rumah cabang olahraga sepak takraw dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di daerah. Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggaraan pertandingan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk menekuni olahraga yang mengandalkan kecepatan, ketangkasan, teknik, dan kerja sama tim.
Adapun atlet putra yang memperkuat kontingen Pessel terdiri atas Nofrizal, Alvi Akbar, Randi Warman, Pebrizal Putra, Rama Andika Ardiansyah, Seprianto, Alif Pradana, Rindo Saputra, Yovi Nofrizal, Afriko Rino, Riko Syaputra, dan Rolly Afriandi.
Sementara itu, atlet putri yang memperkuat kontingen Pessel adalah Nadjzwa Putri Wamela, Nadhifah Allegra Yurlannisa, Fini Azhura, Firnya Malmuspita, Keyla Kentari, Lativa Tul Husna, Resti Elga Sapitri, Fadlina Rafika, Olivia Rahmadani, Nazwa Dwi Putri, Yenita Roza, dan Cahaya Nafisah.
Perolehan empat medali perak dan tiga medali perunggu tersebut menjadi bagian dari kontribusi cabang olahraga sepak takraw terhadap kontingen Kabupaten Pesisir Selatan pada Porprov XVI Sumbar 2026.
Hasil ini diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan pembinaan olahraga di Pesisir Selatan sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet sepak takraw berprestasi yang mampu bersaing pada berbagai kejuaraan mendatang.






