Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi Minangkabau yang memahami asal-usul, adat, serta tanggung jawabnya sebagai bagian dari kaum dan nagari.
Terpisah, Mandeh Sako Kaum Malayu Koto Tuo Batangkape, Helgawati, mengaku bahagia dan terharu atas terselenggaranya alek gadang tersebut.
Ia menilai prosesi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar kaum Malayu Koto Tuo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Prof. Dr. Raudha Thaib menyampaikan rasa haru dan bahagia atas kepulangan anak kemenakan Kaum Suku Malayu Koto Tuo Batangkape Banda Sapuluah ke ranah asalnya.
Menurutnya, anak kaum yang selama ini merantau dan telah lama tidak pulang, kini kembali “manjalang induak” ke ranji Limbago Pagaruyung, sebuah momen yang sangat membahagiakan bagi seorang mandeh.
“Betapa membahagiakan mandeh bahwa anaknya pulang ke rumah asalnya di Istana Silinduang Bulan Pagaruyung. Sudah lama tak pulang, kini kembali, tentu patut disambut dan diparalekkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaan karena kaum Suku Malayu Koto Tuo memilih menggelar alek gadang secara penuh dengan tradisi penyembelihan kerbau sebagai bentuk penghormatan adat di Istana Silinduang Bulan.
“Senangnya anak, senangnya mandeh. Pintu rumah asal Istana Silinduang Bulan senantiasa terbuka bagi pulangnya anak dan seluruh kerabatnya,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Sultan Dr. Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah menegaskan, hubungan kekerabatan dalam adat Minangkabau bukan sekadar simbol, melainkan harus terus dirawat melalui silaturahmi dan pemastian kembali hubungan genealogis.
Menurutnya, Ranji Limbago merupakan peta besar kekerabatan Minangkabau yang menghubungkan nagari-nagari serta kerajaan-kerajaan kerabat yang tersebar di Nusantara hingga mancanegara.
Ia menilai momentum Manjalang Induak ini sebagai langkah nyata dalam menghidupkan kembali semangat kekerabatan tersebut, sekaligus memperkuat posisi induak sebagai pusat kasih sayang, pendidikan, dan kekerabatan dalam kaum.
Lebih lanjut disampaikannya, gelar adat yang dianugerahkan bukan sekadar simbol kebesaran, tetapi merupakan amanah besar dalam kepemimpinan kaum yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






