Kasus Stroke pada Usia Muda Meningkat, BPJS Kesehatan Dorong Deteksi Dini

Kasus stroke terus meningkat dan kini banyak menyerang masyarakat usia produktif. Karena itu, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat meningkatkan pencegahan dan deteksi dini.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

📰 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kasus Stroke di Usia Produktif Tinggi, BPJS Dorong Deteksi Dini

Kasus Stroke pada Usia Muda Meningkat, BPJS Kesehatan Dorong Deteksi Dini

i

Kasus Stroke di Usia Produktif Tinggi, BPJS Dorong Deteksi Dini Kasus Stroke pada Usia Muda Meningkat, BPJS Kesehatan Dorong Deteksi Dini

BANDASAPULUAH.COM — Kasus stroke terus meningkat dan kini banyak menyerang masyarakat usia produktif. Karena itu, BPJS Kesehatan mengajak masyarakat meningkatkan pencegahan dan deteksi dini.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizky Anugerah menyebut jumlah kasus stroke meningkat tajam dalam satu dekade terakhir. Pada 2015, jumlahnya mencapai 1,47 juta kasus. Sementara itu, pada 2025 angkanya meningkat menjadi 9,56 juta kasus.

“Penyakit degeneratif seperti stroke kini tidak hanya dialami oleh lansia saja, namun banyak juga dialami oleh masyarakat usia produktif,” kata Rizky dalam keterangan BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain peningkatan kasus, pembiayaan stroke melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga mencapai angka besar. BPJS Kesehatan mencatat total pembiayaan sebesar Rp37,47 triliun sepanjang 2015–2025.

Baca Juga :  Bupati Hendrajoni Audiensi dengan Menkes, Usulkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan

Stroke Mengancam Kelompok Usia Muda

Data BPJS Kesehatan juga menunjukkan peningkatan kasus stroke pada peserta JKN berusia 26–30 tahun. Pada 2025, jumlahnya mencapai sekitar 38 ribu kasus.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2023 yang mencatat sekitar 26 ribu kasus. Selanjutnya, jumlah kasus pada kelompok usia yang sama mencapai sekitar 34 ribu pada 2024.

Dari total kasus pada 2025, sekitar 53 persen penderitanya merupakan laki-laki. Kondisi ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap risiko stroke sejak usia muda.

Menurut Rizky, perubahan tren tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Oleh sebab itu, pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, BPJS Kesehatan, dan masyarakat perlu memperkuat upaya pencegahan.

Baca Juga :  LANGSUNG: Pasukan Israel terus melakukan pembongkaran dan penghancuran di sekitar Kota Gaza | Berita Gaza

BPJS Kesehatan Ajak Peserta Rutin Skrining

Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan peserta JKN ialah mengikuti Pemeriksaan Riwayat Kesehatan setahun sekali. Layanan ini membantu peserta mengenali risiko penyakit kronis sejak dini.

BPJS Kesehatan menyediakan skrining tersebut bagi peserta berusia 15 tahun ke atas. Prosesnya mencakup pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit pribadi, serta riwayat kesehatan keluarga.

Peserta dapat mengakses layanan ini melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, peserta juga dapat menggunakan layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165.

Masyarakat juga bisa mengakses situs resmi www.bpjs-kesehatan.go.id. Pilihan lainnya ialah mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Proses skrining membutuhkan waktu sekitar 5–10 menit. Dengan demikian, peserta dapat mengenali potensi risiko kesehatan tanpa proses yang panjang.

Prolanis Muda Dorong Gaya Hidup Sehat

Selain skrining, BPJS Kesehatan mengembangkan Program Prolanis Muda. Program berbasis komunitas ini menyasar peningkatan penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus, pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Baca Juga :  Krisis bunuh diri baru di India: Petugas pemungutan suara merenggut nyawa di tengah kesibukan penghitungan ulang pemilih | Berita Pemilu

Melalui program tersebut, BPJS Kesehatan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat secara berkelanjutan. Upaya ini juga diharapkan membantu masyarakat mengendalikan risiko penyakit kronis sejak usia produktif.

Rizky turut mengingatkan pentingnya prinsip gotong royong dalam Program JKN. Peserta yang sehat ikut menopang pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta yang membutuhkan perawatan.

Karena itu, masyarakat perlu menjaga kesehatan diri dan keluarga. Langkah sederhana seperti rutin bergerak, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menghindari rokok dapat membantu menekan risiko penyakit.

Rizky menegaskan bahwa skrining dan penanganan dini juga berperan dalam mengendalikan biaya pengobatan. Sebab, risiko penyakit yang tidak terdeteksi dapat berkembang menjadi kondisi lebih parah dan membutuhkan biaya medis lebih besar.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Generasi Emas 2045 Terancam, Mamin Tinggi Gula Picu Gangguan Gizi dan Resistensi Insulin
Bupati Hendrajoni Audiensi dengan Menkes, Usulkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan
Rembuk Stunting di Kecamatan IV Jurai Dikebut, Target Zero Dose Dikejar Sebelum 17 Agustus
Ratusan Warga Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis di Amping Parak
Amping Parak Tuan Rumah Jalan Santai dan Senam Ceria, Masyarakat Tumpah Ruah
Selama Libur Idul Adha, Layanan Kesehatan di Pesisir Selatan Tetap Siaga 24 Jam
Wajib Tau, Penderita Lima Penyakit Ini Dilarang Minum Kopi
Ahli Ungkap Lima Bahaya Konsumsi Minuman Soda Setiap Hari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kasus Stroke pada Usia Muda Meningkat, BPJS Kesehatan Dorong Deteksi Dini

Senin, 17 November 2025 - 07:23 WIB

Generasi Emas 2045 Terancam, Mamin Tinggi Gula Picu Gangguan Gizi dan Resistensi Insulin

Kamis, 31 Juli 2025 - 17:49 WIB

Bupati Hendrajoni Audiensi dengan Menkes, Usulkan Peningkatan Fasilitas Kesehatan

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:00 WIB

Rembuk Stunting di Kecamatan IV Jurai Dikebut, Target Zero Dose Dikejar Sebelum 17 Agustus

Minggu, 13 Juli 2025 - 22:24 WIB

Ratusan Warga Serbu Layanan Cek Kesehatan Gratis di Amping Parak

Berita Terbaru