Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional

i

Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional

BANDASAPULUAH.COM –

Batam, YTKNews.id – Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai hari pertama Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Satuan Pendidikan Yayasan Tunas Karya (YTK) wilayah Kepulauan Riau yang berlangsung di Gedung SMA Yos Sudarso, Batam, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026 ini akan diikuti oleh 24 pimpinan satuan sekolah dan asrama di lingkungan YTK wilayah Kepulauan Riau.

Rapat koordinasi ini menjadi ruang bersama bagi pimpinan unit untuk merefleksikan perjalanan layanan pendidikan, mengevaluasi program yang ada, dan menyusun langkah-langkah strategis untuk tahun 2027. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan manusiawi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimulai dengan Perayaan Ekaristi

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 08.00 WIB yang dipimpin oleh RD. Martin da Silva. Dalam homilinya, RD. Martin mengajak seluruh peserta untuk mengikuti Rakor dengan hati yang bebas, karena Kristus telah memerdekakan manusia.

Menurutnya, independensi dalam konteks rapat koordinasi tidak hanya berarti kebebasan berpendapat, namun juga keberanian menemukan cara baru untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik.

Kebebasan dapat dimaknai sebagai upaya mencari cara-cara baru untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Semoga Rakor ini tidak hanya menghasilkan sistem, administrasi, rubrik dan keuangan saja, namun apa yang diputuskan dalam Rakor akan memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk berkembang guna memperoleh layanan pendidikan yang adil dan manusiawi,” kata RD. Martin.

Baca Juga :  Roy Suryo Cs Dilarang Ikut Sidang Komisi Reformasi Kepolisian, Jimly: Status Tersangka

Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang dihasilkan dalam Rakor tidak boleh hanya berhenti pada urusan administratif semata, namun benar-benar berdampak pada pertumbuhan manusia dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Menuju Budaya Transformasional

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Rapat Koordinasi. Ketua YTK,

  1. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti pertemuan tersebut. Ia juga mengajak pimpinan unit untuk memanfaatkan Rakor ini sebagai kesempatan mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun Rencana Strategis (Renstra) tahun 2027. Perencanaan ini diharapkan semakin memantapkan upaya YTK dalam menyelenggarakan pendidikan yang adil dan manusiawi bagi setiap siswa.

Dalam arahannya, RD. Samuel juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan budaya kerja, dari pendekatan transaksional menjadi pendekatan transformasional. Perubahan ini menuntut setiap pemimpin tidak hanya memastikan pegawai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, namun juga membangun loyalitas, rasa memiliki dan keterlibatan emosional dalam pekerjaan pelayanan.

Baca Juga :  Sosok Teuku Abdul Khalid, Anggota DPR yang menyebut Menteri Bahlil berbohong kepada Prabowo soal listrik di Aceh

Pendekatan yang hanya mengandalkan penghargaan dan sanksi (hadiah dan hukuman) tidak lagi dianggap cukup untuk mendorong keterlibatan yang mendalam. Oleh karena itu, pemimpin perlu membangun suasana kerja yang memberikan ruang bagi pegawai untuk menyampaikan pendapat, terlibat dalam pengambilan keputusan, dan merasa dihargai sebagai bagian penting dari institusi.

Budaya kerja yang transformasional diharapkan dapat menumbuhkan kolaborasi yang sehat, semangat saling percaya, dan kemauan untuk berkontribusi lebih besar bagi pengembangan institusi. Semangat ini juga perlu didukung oleh spiritualitas seorang hamba yang mengabdi dan sikap manusia pembelajar yang senantiasa terbuka terhadap perubahan.

Siswa sebagai Prioritas

Agenda selanjutnya adalah pengenalan penyusunan Renstra yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kurikulum, Siprianus Suryadiredja, S.Ag. Mantan pengurus YTK ini menjelaskan, penyusunan Renstra perlu berangkat dari hasil evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, skala prioritas yang dihasilkan dalam Evaluasi Diri Sekolah (EDS), isu terkini dunia pendidikan, dan masukan dari ketua YTK agar rencana yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil satuan pendidikan.

Kepala Bagian Kurikulum juga menekankan bahwa penyusunan Renstra tidak hanya sekedar menyusun daftar program atau memenuhi kebutuhan administratif. Setiap rencana perlu diuji berdasarkan tingkat urgensi, kepentingan dan manfaatnya bagi banyak pihak.

“Rencana strategis harus menjawab kebutuhan. Kita perlu melihat mana yang paling mendesak, mana yang paling penting, dan mana yang memberikan manfaat bagi banyak unit. Kita juga perlu bertanya, apakah rencana yang dibuat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang kita layani?” kata Pak Sipri.

Baca Juga :  Kisah Putu Rama Kumpulan 12 Prestasi Matematika

Dalam kerangka ini, siswa ditempatkan sebagai prioritas utama. Setiap program dan kebijakan perlu diarahkan untuk memastikan siswa menerima layanan pendidikan yang adil, manusiawi, dan mendukung pertumbuhan mereka secara utuh.

Penyusunan Renstra juga erat kaitannya dengan upaya membangun budaya kerja yang lebih partisipatif. Ketika pegawai diberikan kepercayaan, dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, dan dihargai atas kontribusinya, maka diharapkan akan tumbuh rasa kepemilikan yang semakin kuat dalam kiprah pendidikan YTK.

Selanjutnya para kepala satuan pendidikan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenjangnya masing-masing untuk berdiskusi dan menyusun Rencana Strategis. Apa yang disepakati dalam pembahasan akan disampaikan dalam Forum Koordinasi pada hari kedua sehingga dapat diperoleh masukan dari pengurus, kepala bagian dan pimpinan unit dari tingkat unit lainnya. (da Silva, pr)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi
Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi
Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia
Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow
Banyak yang minta AI direm, Komdigi buka suara
Cabor Dayung XVI Provinsi Sumbar, Kantongi 7 Medali Emas dalam Sehari
Puluhan Tokoh Adat dan Budaya Kunjungi Gedung Negara Grahadi
Pantau Persiapan Porprov Atlet di Palu, KONI Bangga Berikan Dukungan Moral dan Hadiah Motivasi – Luwuk Times
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Rakor Hari Pertama Wilayah Kepri: Dari Budaya Transaksional ke Transformasional

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:15 WIB

GEOMETRY 2026 Ditutup, Diikuti 1.300 Peserta dari Lima Provinsi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan 8 Titik Longsor Ruas Tapan-Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Semarak FLS3N Dikmen 2026, Kemendikbud Apresiasi Karya Besar Pelajar Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Sivitas Akademika UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi pada Forum 100 Negara di Moskow

Berita Terbaru