Pangeran Khairul Saleh meminta ahli warisnya ikut terlibat dalam pengelolaan benda cagar budaya asal Belanda

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh

i

Anggota DPR RI Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh

BANDASAPULUAH.COM –

karet.co.id – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh meminta pemerintah melibatkan ahli waris kerajaan dan kesultanan nusantara dalam pembahasan pengelolaan benda cagar budaya Indonesia yang akan dipulangkan dari Belanda.

Permintaan ini disampaikan menyusul kesepakatan pemerintah Indonesia dan Belanda untuk memulangkan 29.763 benda cagar budaya dan 427 jenazah yang pernah berada di Belanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pangeran Khairul Saleh mengatakan benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, sosial dan ekonomi. Beberapa di antaranya juga memiliki keterkaitan dengan kerajaan dan kesultanan di nusantara yang mengalami penyitaan atau perampasan benda-benda bersejarah pada masa penjajahan.

Baca Juga :  Ketentuan Penggunaan Seragam PDH & PDL

“Dari sejarah, barang-barang tersebut disita atau diambil Belanda dari pemiliknya, baik swasta, kesultanan, maupun kerajaan. Tentu ada ahli waris atau keturunannya,” kata Pangeran Khairul Saleh dalam siaran pers, Senin (12/10/2026).

Namun, dia mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut dari kementerian terkait terkait proses repatriasi dan pengelolaan benda-benda tersebut. Karena itu, dia memilih menunggu tindak lanjut dari pemerintah.

Menurut Pangeran yang juga Ketua FSKN (Forum Persahabatan Istana Indonesia).

Pengembalian benda cagar budaya tidak hanya terkait dengan pemulihan kepemilikan, namun juga menjadi momentum melestarikan bukti sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya, benda-benda tersebut merekam jejak-jejak kolonialisme, kekuasaan kekaisaran, serta perjuangan dan perlawanan kerajaan-kerajaan dan kesultanan di nusantara melawan kolonialisme.

Baca Juga :  Panas! KIP Cecar UGM Tak Libatkan Kaji Konsekuensi Eksternal Terkait Ijazah Jokowi

Untuk itu, Pangeran Khairul Saleh menilai kementerian terkait perlu mengundang dan melibatkan ahli waris untuk membahas pengelolaan benda bersejarah tersebut.

Menurutnya, pelibatan ahli waris penting dilakukan agar pengelolaan koleksi repatriasi dapat mempertimbangkan asal-usulnya, nilai sejarahnya, serta keterkaitannya dengan kerajaan dan kesultanan pemiliknya.

Menariknya, Kementerian mengundang atau melibatkan ahli waris untuk membahas pengelolaan bukti sejarah tersebut, kata Pangeran yang juga Ketua Sultan Banjar itu.

Ia berharap benda-benda yang dikembalikan dapat dilestarikan dengan baik dan dijadikan sumber pembelajaran bagi generasi mendatang. Dengan demikian, koleksi ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan budaya nusantara, namun juga menjadi pengingat perjuangan melawan kolonialisme dan berbagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa.

Baca Juga :  Selebaran di Rangers memproyeksikan susunan pemainnya

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan kesepakatan pemulangan koleksi tersebut dari Belanda dilakukan atas permintaan Indonesia dan berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda.

Sebanyak 427 jenazah manusia yang juga dikembalikan dikumpulkan oleh Eugene Dubois di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pemulangan koleksi ini merupakan bagian penting dari upaya Indonesia memulihkan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah dan warisan budaya bangsa.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Persiapan Porprov Atlet di Palu, KONI Bangga Berikan Dukungan Moral dan Hadiah Motivasi – Luwuk Times
Belajar dengan AI Boleh Dimulai sejak Dini
”Editor yang Terhormat”: Jangan takut tidak dipromosikan
Dekatkan Budaya Solo ke Wisatawan, Wali Kota Respati Pamerkan Koleksi Museum di 9 Hotel Solo Raya
TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali
Legislator Minta Pengelolaan Benda Bersejarah dari Belanda Libatkan Ahli Waris
KLH/BPLH Gandeng Kemenag dan Kemendikbud, 2.649 Sekolah Bergerak Wujudkan Pertobatan Ekologis Demi Lingkungan Berkelanjutan
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Pantau Persiapan Porprov Atlet di Palu, KONI Bangga Berikan Dukungan Moral dan Hadiah Motivasi – Luwuk Times

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Belajar dengan AI Boleh Dimulai sejak Dini

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:05 WIB

”Editor yang Terhormat”: Jangan takut tidak dipromosikan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Dekatkan Budaya Solo ke Wisatawan, Wali Kota Respati Pamerkan Koleksi Museum di 9 Hotel Solo Raya

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali

Berita Terbaru

Belajar dengan AI Boleh Dimulai sejak Dini

Nasional

Belajar dengan AI Boleh Dimulai sejak Dini

Senin, 12 Okt 2026 - 19:30 WIB

”Editor yang Terhormat”: Jangan takut tidak dipromosikan

Nasional

”Editor yang Terhormat”: Jangan takut tidak dipromosikan

Senin, 12 Okt 2026 - 19:05 WIB



                                    TJSL BRI Finance (ist/atnews)

Nasional

TJSL BRI Finance Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tabanan Bali

Senin, 12 Okt 2026 - 18:15 WIB