BANDASAPULUAH.COM –
karet.co.id – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Pangeran Khairul Saleh meminta pemerintah melibatkan ahli waris kerajaan dan kesultanan nusantara dalam pembahasan pengelolaan benda cagar budaya Indonesia yang akan dipulangkan dari Belanda.
Permintaan ini disampaikan menyusul kesepakatan pemerintah Indonesia dan Belanda untuk memulangkan 29.763 benda cagar budaya dan 427 jenazah yang pernah berada di Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pangeran Khairul Saleh mengatakan benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, sosial dan ekonomi. Beberapa di antaranya juga memiliki keterkaitan dengan kerajaan dan kesultanan di nusantara yang mengalami penyitaan atau perampasan benda-benda bersejarah pada masa penjajahan.
“Dari sejarah, barang-barang tersebut disita atau diambil Belanda dari pemiliknya, baik swasta, kesultanan, maupun kerajaan. Tentu ada ahli waris atau keturunannya,” kata Pangeran Khairul Saleh dalam siaran pers, Senin (12/10/2026).
Namun, dia mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut dari kementerian terkait terkait proses repatriasi dan pengelolaan benda-benda tersebut. Karena itu, dia memilih menunggu tindak lanjut dari pemerintah.
Menurut Pangeran yang juga Ketua FSKN (Forum Persahabatan Istana Indonesia).
Pengembalian benda cagar budaya tidak hanya terkait dengan pemulihan kepemilikan, namun juga menjadi momentum melestarikan bukti sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, benda-benda tersebut merekam jejak-jejak kolonialisme, kekuasaan kekaisaran, serta perjuangan dan perlawanan kerajaan-kerajaan dan kesultanan di nusantara melawan kolonialisme.
Untuk itu, Pangeran Khairul Saleh menilai kementerian terkait perlu mengundang dan melibatkan ahli waris untuk membahas pengelolaan benda bersejarah tersebut.
Menurutnya, pelibatan ahli waris penting dilakukan agar pengelolaan koleksi repatriasi dapat mempertimbangkan asal-usulnya, nilai sejarahnya, serta keterkaitannya dengan kerajaan dan kesultanan pemiliknya.
Menariknya, Kementerian mengundang atau melibatkan ahli waris untuk membahas pengelolaan bukti sejarah tersebut, kata Pangeran yang juga Ketua Sultan Banjar itu.
Ia berharap benda-benda yang dikembalikan dapat dilestarikan dengan baik dan dijadikan sumber pembelajaran bagi generasi mendatang. Dengan demikian, koleksi ini tidak hanya menjadi bukti kekayaan budaya nusantara, namun juga menjadi pengingat perjuangan melawan kolonialisme dan berbagai peristiwa kelam dalam sejarah bangsa.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan kesepakatan pemulangan koleksi tersebut dari Belanda dilakukan atas permintaan Indonesia dan berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda.
Sebanyak 427 jenazah manusia yang juga dikembalikan dikumpulkan oleh Eugene Dubois di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Pemulangan koleksi ini merupakan bagian penting dari upaya Indonesia memulihkan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan sejarah dan warisan budaya bangsa.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






