100 Tahun Frans Seda, Atma Jaya Ajak Generasi Muda Lanjutkan Warisan dan Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 Tahun Frans Seda, Atma Jaya Ajak Generasi Muda Lanjutkan Warisan dan Pelayanan

i

100 Tahun Frans Seda, Atma Jaya Ajak Generasi Muda Lanjutkan Warisan dan Pelayanan

BANDASAPULUAH.COM –

Jakarta, Sonora.Co.ID – Peringatan 100 tahun Frans Seda menjadi momentum untuk mengajak generasi muda meneruskan nilai-nilai pengabdian, integritas, dan kepedulian terhadap pendidikan. Melalui Perayaan Centennial Frans Seda yang mengusung tema *Empowering the Next Generation*, Yayasan Frans Seda bersama Yayasan Atma Jaya dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menghadirkan dialog antargenerasi, pertunjukan seni, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta aksi nyata mendukung pendidikan.

Puncak perayaan berlangsung di Ballroom Gedung Yustinus Lantai 15 Kampus Semanggi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini mengakhiri rangkaian peringatan seratus tahun Frans Seda yang berlangsung sejak September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah sesi “Percakapan Bersama Frans Seda”. Melalui pemanfaatan teknologi, generasi muda diajak berinteraksi dengan pesan dan pemikiran Frans Seda, negarawan, tokoh pendidikan, dan salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan sosok Frans Seda kepada generasi muda sekaligus mencerminkan relevansi pemikirannya dalam menghadapi tantangan zaman.

Frans Seda dan Komitmen Membangun Pendidikan

Kontribusi Frans Seda dalam dunia pendidikan antara lain diwujudkan melalui perannya sebagai salah satu pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 1960. Ia melihat pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan kepemimpinan saja, namun juga pembangunan manusia melalui pendidikan.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan seratus tahun Frans Seda, yakni mendorong generasi penerus untuk terus belajar, berkembang dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Puncak perayaan diawali dengan Misa Syukuran di St. Albertus Magnus. Misa dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta dan Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya dan Anggota Luar Biasa Yayasan Frans Seda, Ignatius Kardinal Suharyo, bersama Pdt. Ignasius Wahyudi Paweling, Pr., dan Pdt. Hendrikus Meko, SVD.

Baca Juga :  Media Internasional Ungkap Pengakuan Pemain Timnas Korea Terkait Perilaku Buruk STY Sebagai Pelatih

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo merefleksikan kesadaran Frans Seda sejak kecil mengenai seruan umat awam Katolik untuk mewartakan nilai-nilai Injil dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk melalui bidang politik, ekonomi, budaya, kesehatan, dan pendidikan.

Ia mengajak generasi muda tidak hanya mengingat warisan Frans Seda, namun juga merawat dan mengembangkannya dengan cara-cara baru yang relevan dengan perkembangan saat ini.

“Warisan ini diwariskan kepada kita untuk kita jaga, untuk kita rawat, dan untuk kita kembangkan dengan mencari jalan baru. Esensinya sama, tujuannya sama yaitu memahami tatanan dunia yang semakin jauh dari nilai-nilai Injil,” kata Kardinal Suharyo.

Direktur Utama Yayasan Frans Seda Stefanus Ginting mengatakan Frans Seda adalah sosok teladan yang tindakan dan pemikirannya melampaui zamannya, baik sebagai negarawan, tokoh agama, maupun tokoh pendidikan.

Menurut Stefanus, tema “Empowering the Next Generation” diterjemahkan melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda, antara lain dengan memanfaatkan teknologi AI, musik, dan drama musikal.

Sementara itu, Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Prof. Dr. Yuda Turana, Sp.S(K), mengajak masyarakat untuk menjadikan Frans Seda sebagai teladan dalam mengusung semangat “Demi Tuhan dan Tanah Air”.

Menurutnya, peringatan seratus tahun tersebut tidak berhenti pada upaya memperingati sejarah, namun juga menghidupkan kembali semangat pengabdian melalui pilihan dan tindakan sehari-hari.

Dialog Antargenerasi dan Kreativitas Pemuda

Rangkaian acara juga menampilkan permainan sasando karya Mateo Jubileo serta penampilan Ningsyh and Friends. Teater “Untuk Tuhan dan NKRI” (UTTA) yang melibatkan mahasiswa, alumni, staf Atma Jaya dan sahabat Atma ini menyuguhkan drama musikal tentang perjalanan hidup Frans Seda, dari masa kecilnya hingga kiprahnya sebagai pendeta.

Baca Juga :  Afrika Selatan membatalkan pembebasan visa bagi warga Palestina yang menghadapi pengungsian | berita

Nusa Wicastya menulis naskah, menyutradarai dan memerankan Frans Seda. Pementasan tersebut juga melibatkan J. Rizhan sebagai Frans Seda kecil, Maria Vernanda sebagai Johanna Seda, dan Harris Syaus sebagai Soekarno.

Usai penampilan, acara dilanjutkan dengan sesi “Bicara Bareng Frans Seda”. Sesi ini diawali dengan pemutaran pesan Frans Seda melalui video, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan dari lima perwakilan antargenerasi.

Mereka terdiri dari Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya Linus M. Setiadi, Rektor Unika Atma Jaya Prof Yuda Turana, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan siswa SMA.

Melalui dialog ini, peserta diajak untuk melihat bagaimana nilai dan pemikiran Frans Seda dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.

Pemberian ruang kreativitas generasi muda juga diwujudkan melalui penyerahan penghargaan Kompetisi Film Vertikal yang diselenggarakan bekerja sama dengan Emtek Digital Media Institute (IMDE).

Selain itu, para pemenang kompetisi pelajar “What Lives On?” diumumkan. yang diikuti oleh 85 siswa SMA dan Mahasiswa. Peserta ditantang untuk mengkaji sosok Frans Seda dan memaknai warisannya melalui cerita pendek, ilustrasi, dan video reel.

Penilaian karya dilakukan oleh para ahli di bidangnya masing-masing yaitu Dr. Phil Mikhael Dua untuk kategori cerpen, Afzainizam Nur Fahmi untuk ilustrasi, dan Rian Fahardhi Risyad untuk kategori reel.

Donasi Rp 145 Juta untuk Mendukung Pendidikan di Flores Timur

Peringatan 100 tahun Frans Seda juga diwujudkan melalui aksi sosial untuk mendukung pendidikan. Melalui Gerakan 100 Teman Sekolah, pihak penyelenggara berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 145 juta.

Baca Juga :  Jaga Generasi Muda, Polsek Babelan Pantau Kehadiran dan Aktivitas Mahasiswa

Dana tersebut ditujukan untuk mendukung renovasi SMP Katolik Ile Bura dan Asrama Putra dan Putri San Marco di Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Frans Seda untuk melanjutkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda. Dengan demikian, perayaan seratus tahun tidak hanya menjadi ruang refleksi sejarah, namun juga mendorong kontribusi nyata kepada masyarakat.

Rangkaian peringatan sebelumnya diawali dengan dibukanya pameran “Jejak Sejarah Frans Seda” di Ruang Pameran ATMACultura Kampus Unika Atma Jaya, pada 2 September 2026.

Selanjutnya pada tanggal 1 Oktober 2026, Yayasan Frans Seda bersama Institut Kebijakan Publik Atma Jaya (AJIPP) dan Grup Kompas Gramedia menyelenggarakan edisi khusus Kuliah Peringatan 100 Tahun Frans Seda yang bertajuk “Kebijakan Ekonomi di Masa Sulit”. Kegiatan ini menghadirkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu sebagai pembicara utama dan narasumber.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Frans Seda pada tanggal 4 Oktober 2026, sebelum ditutup dengan perayaan puncak pada tanggal 9 Oktober 2026.

Seratus tahun setelah kelahirannya, warisan Frans Seda masih menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan, integritas, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Frans Seda bersama Atma Jaya mengajak generasi penerus untuk menerjemahkan inspirasi sejarah menjadi karya dan tindakan nyata bagi bangsa Indonesia.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Pendidikan Capres Dipertanyakan, KPU dan Bawaslu Mengadu ke DKPP » DIALEXIS :: Dialetika dan Analisis
JPPI Soroti Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas
Asmar Imbau Sejarah Pahlawan Meranti Didokumentasikan, Kisah Perjuangan Lokal Jangan Sampai Hilang
Portal Berita Pemkot Yogyakarta: Lomba Mural Pelajar Meriahkan HUT Kota, Sampaikan Pesan Budaya dan Lingkungan
Bukti Navier-Stokes: OpenAI dan Kesalahan Terjemahan
Hujan Deras Sejak Jumat, Banjir dan Longsor Melanda 4 Kecamatan di Pessel
Rapat KONI Tarakan Bahas Persiapan Porprov II Kaltara
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Komdigi Siapkan Jaringan Internet untuk 200 Ribu Penonton

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Aturan Pendidikan Capres Dipertanyakan, KPU dan Bawaslu Mengadu ke DKPP » DIALEXIS :: Dialetika dan Analisis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:25 WIB

JPPI Soroti Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Asmar Imbau Sejarah Pahlawan Meranti Didokumentasikan, Kisah Perjuangan Lokal Jangan Sampai Hilang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Portal Berita Pemkot Yogyakarta: Lomba Mural Pelajar Meriahkan HUT Kota, Sampaikan Pesan Budaya dan Lingkungan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bukti Navier-Stokes: OpenAI dan Kesalahan Terjemahan

Berita Terbaru

Ilustrasi sekolah. Foto: Ilustrasi AI diolah oleh ChatGPT

Nasional

JPPI Soroti Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:25 WIB