BANDASAPULUAH.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Rapat strategis ini menekankan pentingnya soliditas, integritas, dan peningkatan profesionalisme aparatur dalam menghadapi dinamika ancaman pertahanan dan keamanan masa depan yang semakin kompleks.
Momen pengarahan ini dinilai krusial menyusul serangkaian peristiwa penting kenegaraan, mulai dari peringatan HUT TNI ke-81 hingga pelantikan pimpinan baru di lingkungan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat.
Dalam arahannya, Presiden menyoroti pergeseran karakteristik ancaman global yang kini meluas ke ranah siber, penggunaan drone, peperangan hibrida, dan kejahatan transnasional berbasis teknologi.
Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan TNI dan Polri harus ditingkatkan melalui rekrutmen selektif dan sistem pendidikan modern yang menguasai teknologi dan hukum.
Namun penekanan utama tetap pada orientasi pelayanan publik dan kedekatan pejabat dengan masyarakat. Kepala Negara menegaskan, TNI adalah tentara rakyat dan Polisi adalah pengayom masyarakat.
Sinergi dan solidaritas antarlembaga harus berjalan beriringan tanpa mengaburkan batas kewenangan yang diatur dalam aturan terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Kepolisian dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Kepercayaan masyarakat dianggap sebagai tolak ukur utama keberhasilan tugas penguasa. Negara hadir bukan untuk menciptakan ketakutan, namun untuk memberikan perlindungan, kecepatan respon, dan keadilan yang dirasakan langsung oleh setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






