BANDASAPULUAH.COM – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkewajiban memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Ia menyebutkan bahwa komitmen melayani masyarakat tersebut juga merupakan bagian dari sumpah yang diikrarkan dengan Alquran saat pelantikan kepala daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama relawan HJ-RI yang digelar di rumah dinas bupati pada Senin (16/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Saidal Masfiyuddin, Ketua LKAAM Pesisir Selatan Syafrizal Dt Batuah, M. Adli, serta sejumlah tokoh dan relawan lainnya.
Dalam sambutannya, Risnaldi menyampaikan bahwa sebagai pemimpin daerah, bupati dan wakil bupati memiliki tanggung jawab untuk melayani seluruh masyarakat Pesisir Selatan.
“Siapapun warga masyarakat Pesisir Selatan, itu wajib bagi bupati dan wakil bupati sebagai pemimpin untuk melayani seluruh masyarakatnya. Itu di atas Alquran, sumpahnya” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada rasa cemburu atau prasangka di tengah masyarakat terkait pelayanan pemerintah, sebab semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan dari pemerintah daerah.
“Jangan ada cemburu, jangan ada begini begitu. Semua wajib kita layani,” tegasnya.
Meski demikian, Risnaldi mengakui bahwa dirinya bersama Bupati Pesisir Selatan tetap akan mengenang jasa dan kebaikan orang-orang yang telah membantu serta berkontribusi dalam berbagai perjuangan dan kegiatan selama ini.
Menurutnya, sekecil apa pun perbuatan baik yang dilakukan akan selalu diingat sebagai bagian dari kebersamaan dalam membangun daerah.
“Sekecil apapun perbuatan baik, pasti kami akan mengenang jasa kita semua. Mudah-mudahan itu menjadi amal saleh di sisi Allah SWT,” katanya.
Pada kesempatan itu, Risnaldi juga menyampaikan bahwa rumah dinas bupati pada dasarnya merupakan rumah bersama bagi masyarakat. Namun demikian, tetap ada batasan waktu dan jadwal yang harus dipahami bersama.
“Rumah dinas ini rumah kita bersama, tetapi tentu ada batas waktu dan jadwalnya. Mohon kita maklumi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menutup diri dari masyarakat, terlebih kepada mereka yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam berbagai kesempatan.
“Tidak mungkin bupati, wakil bupati, Bunda Lisda dan kita semua tidak melayani masyarakatnya. Apalagi yang pernah menolong, tentu akan diterima dengan senang hati,” tutupnya.






