Kurang lengkap istilah PBNU jika masih gadis di bidang pertambangan

Jumat, 26 Desember 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurang lengkap istilah PBNU jika masih gadis di bidang pertambangan

i

Kurang lengkap istilah PBNU jika masih gadis di bidang pertambangan

-Hasil Rapat Musyawarah Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Mustasyar PBNU memutuskan Muktamar ke-35 harus dilaksanakan secepatnya oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis 25 Desember 2025, kedua belah pihak memutuskan untuk rujuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik Adi Prayitno menyebut keputusan yang diambil kedua kubu yang selama ini berselisih ini bisa menjadi jalan tengah yang bersifat win-win solution bagi semua pihak.

Baca Juga :  Ketua PBNU Gus Ulil Tolak Wacana Penghentian Aktivitas Tambang: Bagi Saya Itu Bodoh!

“Saya kira solusi terbaik untuk mengakhiri konflik internal PBNU adalah diskusi politik dengan mengadakan konferensi dengan kedua kubu,” kata Adi kepada RMOL, Jumat, 26 Desember 2025.

Adi menegaskan, idealnya Kongres Islam tidak hanya menjadi ajang rekonsiliasi personal, namun juga menjadi momentum evaluasi total terhadap kebijakan PBNU yang selama ini menjadi sumber konflik, khususnya terkait pengelolaan tambang.

Baca Juga :  Trump membela taktik Witkoff dalam negosiasi perdamaian dengan Ukraina — BANDASAPULUAH.COM

Ia mengatakan, secara umum banyak warga Nahdliyin yang berharap PBNU tidak lagi basa-basi dalam urusan pertambangan atau politik praktis.

“Pengelolaan tambang dan politik praktis menjadi sumber konflik PBNU. Ke depan, pengurus PBNU jangan lagi merangkap sebagai pengurus partai karena rawan konflik kepentingan. Fokus saja mengurus rakyat,” ujarnya.

Diketahui, sejak terjadi permasalahan internal di PBNU yang dipicu oleh pemecatan Gus Yahya oleh Kiai Miftach melalui forum bernama Rapat Syuriyah PBNU dan penolakan keputusan tersebut, perkembangan yang terjadi justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.

Baca Juga :  Nets vs. 76ers: pertandingan liburan Divisi Atlantik

Kesepakatan untuk mengadakan kongres bersama ini dicapai setelah melalui proses perundingan dan perdebatan yang alot, namun tetap dalam semangat persaudaraan. Kehadiran sejumlah tokoh sentral NU menegaskan pentingnya pertemuan ini.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia