Gelombang Penolakan Menguat, Seruan Prabowo Tanam Sawit di Papua Dianggap Ancam Hutan Adat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang Penolakan Menguat, Seruan Prabowo Tanam Sawit di Papua Dianggap Ancam Hutan Adat

i

Gelombang Penolakan Menguat, Seruan Prabowo Tanam Sawit di Papua Dianggap Ancam Hutan Adat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Wacana menjadikan Tanah Papua sebagai sumber energi dan pangan nasional kembali menuai polemik.

Seruan Presiden Prabowo Subianto agar Papua ditanami kelapa sawit, tebu, dan singkong mendapat penolakan luas dari masyarakat adat dan organisasi masyarakat sipil yang menganggap kebijakan ini berisiko besar bagi kelestarian hutan dan ruang hidup Masyarakat Adat Papua.

Gagasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam arahannya, Prabowo menargetkan Papua mampu mencapai swasembada energi dan pangan dalam lima tahun ke depan, termasuk memproduksi bahan bakar minyak sawit (BBM) dan etanol dari tebu dan singkong guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi nasional.

Namun rencana ambisius tersebut langsung menuai kekhawatiran berbagai pihak. Koalisi Masyarakat Adat Papua menegaskan Papua bukanlah lahan kosong yang bisa dibuka secara masif untuk kepentingan investasi.

Ketua Pemuda Adat Knasaimos (AMAK), Nabot Sreklefat menyatakan, Papua memiliki sekitar 33-34 juta hektar hutan yang menjadi sumber kehidupan manusia, habitat satwa liar, serta landasan identitas budaya Masyarakat Adat Papua.

“Pembukaan hutan untuk kelapa sawit dan proyek skala besar lainnya jelas mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat,” tegas Nabot dalam keterangannya yang beredar hari ini, Sabtu (20/12/2025).

Penolakan ini juga diperkuat dengan data lapangan. Yayasan Warisan Bentala Rakyat mencatat setidaknya ada 94 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Papua.

Akibatnya, lebih dari 1,33 juta hektar hutan dilaporkan telah dibabat sehingga memicu deforestasi besar-besaran, konflik agraria, dan perampasan tanah adat.

Situasi serupa juga terjadi di Merauke. Proyek swasembada pangan dan energi di wilayah tersebut dilaporkan berjalan tanpa persetujuan bebas, didahulukan dan diinformasikan (FPIC) dari masyarakat adat, serta izin lingkungan yang minim.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, lebih dari 22.680 hektar hutan alam hilang yang mengakibatkan meningkatnya banjir di sejumlah kabupaten akibat rusaknya kawasan hulu.

Greenpeace Indonesia memandang rencana tersebut sebagai kelanjutan dari pola lama eksploitasi sumber daya alam. Ekspansi perkebunan kelapa sawit disebut-sebut menjadi penyumbang utama deforestasi, degradasi lahan gambut, dan lonjakan emisi karbon

sebuah pola yang sebelumnya telah meninggalkan jejak kerusakan serius di Sumatera dan Kalimantan.

Sementara itu, Walhi Papua bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menegaskan penolakan tegas terhadap pembukaan hutan adat di Papua.

Mereka menilai kebijakan swasembada pangan dan energi berpotensi memperkuat dominasi korporasi atas lahan berskala luas, serta mengancam kelestarian lingkungan, kedaulatan pangan lokal, dan hak-hak masyarakat adat.

Gelombang penolakan ini merupakan sinyal kuat bahwa pembangunan di Papua menuntut pendekatan yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, serta mendukung perlindungan lingkungan dan hak-hak Masyarakat Adat Papua. *** (Guff)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru