Kejati Banten Ditangkap KPK Diduga Pemerasan WN Korsel Rp2,4 Miliar

Jumat, 19 Desember 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati Banten Ditangkap KPK Diduga Pemerasan WN Korsel Rp2,4 Miliar

i

Kejati Banten Ditangkap KPK Diduga Pemerasan WN Korsel Rp2,4 Miliar

BANDASAPULUAH.COM -Jaksa Kejaksaan Tinggi Banten yang terjaring operasi tangkap tangan KPK diduga memeras WN Korea Selatan hingga Rp2,4 miliar.

Pemerasan disebut-sebut dilakukan bersama dua jaksa lainnya yang melibatkan pengacara dan ahli bahasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total uang yang diminta diperkirakan mencapai Rp2,4 miliar, kata sumber RMOL di KPK, Jumat dini hari, 19 Desember 2025.

Sumber menyebutkan, korban merupakan warga negara Korea Selatan yang berprofesi sebagai animator. Ia sebelumnya ditangkap Bareskrim Polri dan berstatus tersangka hingga kasusnya masuk ke pengadilan.

Selama proses persidangan, jaksa diduga mulai melakukan pemerasan uang. Mereka menyiapkan pengacara dan ahli bahasa yang telah diatur sebelumnya untuk berkomunikasi dengan para korban.

Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut telah mendeteksi praktik tersebut dan merencanakan operasi penangkapan terhadap tiga jaksa. Namun rencana itu diduga bocor. Kejaksaan Agung melalui Jamintel kemudian menggelar sidang etik.

Dalam sidang etik, uang yang diduga hasil pemerasan dikembalikan kepada korban. Pengembalian ini berarti proses pidana tidak akan dilanjutkan.

KPK sendiri melakukan OTT pada Rabu, 17 Desember 2025. Dalam operasi tersebut, penyidik ​​menangkap seorang jaksa bernama Reddy Zulkarnain, dua orang pengacara salah satunya Didik Feriyanto, serta enam pihak swasta termasuk Maria Siska yang berperan sebagai ahli bahasa. Dua jaksa lain yang diduga terlibat tidak ditahan.

Usai OTT, Kejaksaan Agung menyatakan telah mengeluarkan surat perintah penyidikan terhadap empat orang, termasuk jaksa yang ditangkap KPK. Sprindik tersebut diterbitkan pada hari yang sama dengan pelaksanaan OTT.

Dengan alasan sudah memulai penyidikan, Kejaksaan Agung meminta agar penanganan kasus pungli ini dilimpahkan. KPK kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung pada Kamis malam, 18 Desember 2025.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru