AI UGM Sebut Jokowi Bukan Alumni, Kampus Angkat Suara: Ada Kesalahan Sistem

Sabtu, 6 Desember 2025 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AI UGM Sebut Jokowi Bukan Alumni, Kampus Angkat Suara: Ada Kesalahan Sistem

i

AI UGM Sebut Jokowi Bukan Alumni, Kampus Angkat Suara: Ada Kesalahan Sistem

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Video respon asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) Universitas Gadjah Mada (UGM) mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang AI bernama LISA atau Lean Intelligent Service Assistant menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo bukan alumni UGM.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Pernyataan itu muncul saat pengguna memasukkan kalimat ‘jokowi alumni ugm’. LISA kemudian memberikan jawaban yang membingungkan. Ia menyatakan, Jokowi bukan alumni UGM, namun ia menambahkan, Jokowi menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Kehutanan UGM namun tidak lulus. Pernyataan yang saling bertentangan ini memicu kegemparan publik.

“Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan, namun tidak lulus dari sana. Sebagai tokoh nasional, ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Presiden Indonesia”

UGM pun memberikan klarifikasi resmi. Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana membenarkan bahwa LISA merupakan produk internal kampus hasil kolaborasi UGM dan Botika. Dijelaskannya, LISA merupakan bagian dari program UGM University Service yang dikembangkan oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM untuk memberikan layanan informasi terpadu bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Database pengetahuan LISA hanya sebatas data dan informasi internal UGM terkait bidang akademik, kemahasiswaan, administrasi, dan pengembangan pribadi. Namun tidak memuat data dan informasi pribadi,” kata Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana dalam keterangannya.

Made menegaskan, LISA berbeda dengan AI komersial seperti ChatGPT atau Gemini. Basis datanya hanya sebatas informasi internal kampus yang berkaitan dengan bidang akademik, kemahasiswaan, administrasi dan pengembangan diri. LISA tidak memuat data pribadi tokoh masyarakat, termasuk alumni.

Menurut Made, LISA saat ini masih dalam tahap awal peluncuran dan terus dikembangkan melalui proses pelatihan yang berkelanjutan. Dijelaskannya, LISA belajar dari dua sumber, yaitu data internal UGM dan informasi internet ketika data internal tidak tersedia. Proses belajar dari internet dapat menimbulkan ketidakakuratan.

Menanggapi jawaban yang viral tersebut, Made menyebut tanggapan LISA tidak konsisten. Ia mengatakan, LISA memberikan informasi yang kontradiktif terkait status alumni dan status kelulusan Presiden Jokowi. Hal ini, menurut Made, menunjukkan bahwa AI tidak dirancang untuk menjamin kelulusan seseorang dan masih perlu ditingkatkan kemampuannya.

“Informasi yang disampaikan LISA tentang Joko Widodo terkesan tidak konsisten. LISA menyatakan Joko Widodo bukan alumni, namun juga menyatakan menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kehutanan UGM.” kata Made.

“Di sini terlihat informasi kedua ini membantah informasi pertama. Ketidakkonsistenan ini juga terlihat dari informasi berikutnya yang menyatakan Joko Widodo tidak lulus padahal sebelumnya ia menyatakan menyelesaikan pendidikannya di UGM,” lanjut Made.

UGM menyatakan pihak kampus telah memastikan Presiden Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM, seperti yang sebelumnya dibenarkan Rektor dalam video resmi kampus.

Di sisi lain, UGM memastikan pengembangan LISA terus dilakukan, termasuk peningkatan pengetahuan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru