Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di daerah kumuh Bangladesh di Dhaka | Berita

Kamis, 27 November 2025 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di daerah kumuh Bangladesh di Dhaka | Berita

i

Ribuan orang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di daerah kumuh Bangladesh di Dhaka | Berita

Sekitar 60.000 keluarga, sebagian besar adalah pengungsi perubahan iklim, tinggal di wilayah seluas lebih dari 65 hektar (160 hektar).

Kebakaran di kawasan padat penduduk dan miskin di ibu kota Bangladesh, Dhaka, telah membakar atau merusak 1.500 lapak, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal, kata pihak berwenang.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan pada hari Rabu, sehari setelah kebakaran besar terjadi di daerah kumuh Korail. Menurut Rashed Bin Khalid, petugas pemadam kebakaran, dibutuhkan waktu 16 jam untuk memadamkan api yang mulai terjadi pada Selasa malam.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 itemakhir daftar

Direktur pemadam kebakaran, Letnan Kolonel Mohammad Tajul Islam Chowdhury, mengatakan sekitar 1.500 rumah bobrok terbakar atau rusak akibat kobaran api, dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Asap tebal menyelimuti kawasan tersebut dan api melalap kawasan sekitarnya dalam semalam.

Menurut data resmi, sekitar 60.000 keluarga, sebagian besar adalah pengungsi perubahan iklim, tinggal di wilayah seluas lebih dari 65 hektar (160 hektar).

Kawasan ini terletak di kawasan kelas atas Gulshan dan Banani di Dhaka, dan dikelilingi oleh sejumlah apartemen bertingkat tinggi dan gedung perkantoran.

Pada hari Rabu, warga yang kehilangan rumahnya putus asa untuk mengambil barang-barang berharga mereka saat mencari di reruntuhan. Petugas pemadam kebakaran mengaku kesulitan mencapai lokasi karena gang yang sempit.

Dhaka, kota berpenduduk 10,2 juta orang pada tahun 2024, memiliki ratusan daerah kumuh tempat orang-orang dari pedesaan Bangladesh bermigrasi karena kemiskinan dan eksploitasi.

Bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim juga mendorong mereka ke daerah-daerah termiskin di kota tersebut, dimana mereka hidup dari pekerjaan sehari-hari yang bergaji rendah seperti menjadi supir becak dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan petugas kebersihan.

Agensi Digital JetMedia

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer
Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel
Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.
Cara menonton & poin pembicaraan: Adelaide v Perth
Sixers bertujuan untuk menutup tahun 2025 dengan kemenangan melawan Wildcats
Berita NFL: Chicago Bears meraih NFC North untuk pertama kalinya sejak 2018 setelah Green Bay Packers kalah dari Baltimore Ravens

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:23 WIB

Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:11 WIB

Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:40 WIB

Rumor Jordan Peele–Marvel muncul kembali di tengah penundaan fitur keempatnya — World of Reel

Minggu, 28 Desember 2025 - 12:19 WIB

Video viral yang menunjukkan Clavicular dan N3on diserang dengan cairan merah selama siaran langsung tabrakan di masa lalu telah muncul kembali di tengah larangan Kick yang sedang berlangsung.

Berita Terbaru