Ratusan Manuskrip Ditemukan di Pessel, Tunjukkan Kekayaan Intelektual Masa Lampau

Rabu, 15 Oktober 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu manuskrip kuno yang ditemukan di Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan

i

Salah satu manuskrip kuno yang ditemukan di Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan

Manuskrip-manuskrip itu diperkirakan berumur antara awal 1800-an hingga awal 1900-an. Jumlahnya tergolong besar, bahkan tertinggi dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat.

“Kalau di seluruh Sumatera Barat, sejauh ini sudah ditemukan sebanyak 1.235 manuskrip. Ada yang berjumlah 89, 99, atau 20 naskah di daerah lain, tapi di Tarusan ini jumlahnya mencapai 231 manuskrip, dan itu sangat luar biasa,” terang Prof. Pramono.

Saat ini, kondisi fisik sebagian manuskrip tersebut mulai mengalami kerusakan. Karena itu, tim peneliti itu Universitas Andalas tengah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan naskah-naskah itu melalui proses restorasi fisik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sedang mencari dukungan dan sponsor dari berbagai pihak agar upaya restorasi ini bisa segera dilakukan. Fisik naskah harus segera diselamatkan dari proses perusakan alami,” jelasnya.

Selain restorasi, pihaknya juga tengah menyiapkan penerbitan alih aksara terhadap sejumlah naskah terpilih, terutama yang berkaitan dengan sejarah lokal dan nilai-nilai sosial masyarakat pesisir.

Lebih lanjut, Prof Pramono menyebut, Pesisir Selatan merupakan salah satu daerah yang sangat kaya dengan khazanah naskah kuno.

Temuan manuskrip tidak hanya ada di Tarusan, tetapi juga tersebar berbagai daerah di Pesisir Selatan seperti di Lunang, Mandeh Rubiah, Surau Tanjung di Batangkapas, hingga Inderapura.

“Hampir di semua tempat itu ada naskah yang berkias. Kiasan-kiasan ini bahkan sudah kita kembangkan menjadi motif batik khas daerah,” ujarnya.

Beberapa motif batik yang telah diluncurkan di Mandeh Rubiah, Inderapura, dan Tarusan terinspirasi langsung dari iluminasi manuskrip kuno. Salah satu di antaranya berasal dari naskah jimat perang yang memiliki hiasan (iluminasi) sangat indah.

Menurut Prof Pramono, keberadaan manuskrip-manuskrip tersebut membuktikan bahwa tradisi intelektual dan literasi di Pesisir Selatan telah berkembang sejak ratusan tahun lalu.

“Manuskrip bukan sekadar tulisan lama, tapi cermin peradaban. Melalui naskah-naskah ini kita bisa memahami bagaimana masyarakat dahulu mengatur kehidupan sosial, politik, ekonomi, bahkan spiritual mereka,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan 50 Tahun Museum Adityawarman Usung Tagline “Pusako ASEAN”
Manjalang Induak, Rindu yang Pulang, ke Istana Silinduang Bulan
Dapat Restu Rajo Alam dan Puti Reno, Alek Gadang Kaum Malayu Koto Tuo Siap Digelar April 2026
Bikin Bangga! Bawakan Lagu Langkisau, Mahasiswi Pessel ini Tampil Memukau di Turki
Ini Sejarah dan Filosofi Tari Kain, Warisan Budaya Tak Benda Nasional dari Pesisir Selatan
Heboh! Peserta Pawai Budaya Saling Lempar Pisang di Depan Kantor Bupati Pessel
DPRD Pessel Bahas 4 Ranperda, Aspirasi Dewan Kebudayaan Mencuat
Manjalang ke Rumah Gadang Mandeh Rubiah, Risnaldi Tekankan Pentingnya Tradisi dan Silaturahmi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 22:03 WIB

Peringatan 50 Tahun Museum Adityawarman Usung Tagline “Pusako ASEAN”

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

Manjalang Induak, Rindu yang Pulang, ke Istana Silinduang Bulan

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:18 WIB

Dapat Restu Rajo Alam dan Puti Reno, Alek Gadang Kaum Malayu Koto Tuo Siap Digelar April 2026

Rabu, 15 Oktober 2025 - 11:27 WIB

Ratusan Manuskrip Ditemukan di Pessel, Tunjukkan Kekayaan Intelektual Masa Lampau

Kamis, 8 Mei 2025 - 18:30 WIB

Bikin Bangga! Bawakan Lagu Langkisau, Mahasiswi Pessel ini Tampil Memukau di Turki

Berita Terbaru