BANDASAPULUAH.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Irwan merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB), mengutip Antara.
Sebelum diangkat menjadi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, beliau menjabat Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030. Sebelumnya Irwan menjabat Dekan FITB ITB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau merupakan bagian dari Kelompok Keahlian Sistem Tata Ruang dan Kadaster ITB dengan keahlian terkait sistem geospasial, pemetaan, penginderaan jauh, kebencanaan dan perubahan lingkungan.
Irwan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di ITB pada tahun 1997. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di Nagoya University, Jepang, dan meraih gelar master pada tahun 2003, dan doktor pada tahun 2006.
Selain penelitian di bidang kebumian dan geospasial, Irwan juga memiliki sejumlah publikasi yang berkaitan langsung dengan kelautan dan perikanan.
Pada tahun 2026, tercatat dalam publikasi Extended empiris orthogonal function analysis of spatiotemporal chlorophyll-a variability in Indonesia water using remote sensing data yang mengkaji variabilitas spasial dan temporal klorofil-a di perairan Indonesia dengan menggunakan data penginderaan jauh.
Ia juga terlibat dalam publikasi Menyeimbangkan stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi dalam variabilitas oseanografi dan intervensi pesisir dalam sistem perikanan yang membahas tentang keseimbangan stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi dalam sistem perikanan.
Pada tahun 2025, Irwan akan menjadi bagian dari publikasi Strategi Kemakmuran Ekonomi dan Keberlanjutan Ekologis untuk Titik-Titik Pelanggaran Perikanan mengenai strategi kemakmuran ekonomi dan kelestarian ekologi di wilayah-wilayah yang menjadi titik-titik rawan pelanggaran perikanan.
Pada tahun yang sama, beliau juga terlibat dalam penelitian mengenai Mengembangkan indeks ekonomi biru kelautan dan perikanan untuk Indonesia: Kerangka penilaian komprehensif yang mengembangkan kerangka penilaian ekonomi biru untuk sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Di bidang lain, Irwan terlibat dalam berbagai penelitian mengenai pemodelan spasial, risiko gempa bumi, deformasi kerak bumi, pemetaan bencana, kadaster tiga dimensi, dan penggunaan teknologi penginderaan jauh.
Atas kiprahnya di bidang akademik, Irwan mendapat penghargaan Young Inspirational Geospatial di HxGN LIVE Indonesia tahun 2023. Di tahun yang sama, ia mendapat penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari ITB.
Sebelumnya, pada tahun 2020, Irwan menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI. Pada tahun 2019, ia meraih Penghargaan Indroyono Susilo pada Konferensi Internasional Kelima Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (ICOIRS).
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






