BANDASAPULUAH.COM –
Kamis, 01 Oktober 2026 – 17:49 WIB
Jokowi memamerkan kartu anggota (KTA) PSI miliknya pada Rapat Koordinasi PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Foto: dokumen sumber
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
jpnn.comJAKARTA – Keputusan Joko Widodo bergabung dengan PSI diperkirakan tidak akan membuat PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah politik terburu-buru.
Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai PDIP akan lebih fokus memperkuat konsolidasi internal.
Menurut Efriza, PDIP punya sejarah panjang dengan Jokowi sehingga partainya memahami dinamika politik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“PDIP tentu sangat memperhatikan langkah Jokowi, namun tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Konsolidasi internal sebenarnya tugas utama,” kata Efriza kepada JPNN.com, Kamis (1/10).
Dia menilai, tanggapan sejumlah kader PDIP terhadap keputusan Jokowi menunjukkan partai tidak memandang kehadiran Jokowi di PSI sebagai ancaman langsung.
Puan Maharani misalnya, mengucapkan selamat kepada Jokowi.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyatakan keputusan Jokowi bergabung dengan partai lain merupakan hak politik setiap warga negara.
Efriza menilai sikap tersebut merupakan bagian dari cara PDIP mengelola dinamika politik tanpa memperparah konflik terbuka.
Keputusan Joko Widodo bergabung dengan PSI diperkirakan tidak akan membuat PDI Perjuangan (PDIP) mengambil langkah politik terburu-buru.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






