BANDASAPULUAH.COM –
Bahasa daerah juga bukan sekedar warisan budaya yang perlu dijaga.
“Bahasa juga menjadi pintu masuk agar masyarakat dapat memahami pengetahuan, mengakses layanan, dan berpartisipasi dalam menentukan masa depan teknologi,” kata Devie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melindungi masyarakat, Devie menilai penting juga untuk memperkuat langkah diplomasi teknologi Indonesia, seperti gagasan Komdigi yang didorong Wakil Menteri Komunikasi dan Digital tentang pemanfaatan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok teknologi global, termasuk kekayaan mineral kritis, untuk membuka peluang akses komputasi, pengembangan talenta, transfer teknologi, dan kemitraan industri.
Devie menekankan pentingnya Peta Jalan AI Nasional dan kerangka Etika AI untuk menyatukan agenda investasi, inovasi, keamanan, pendidikan, dan perlindungan publik dalam arah pembangunan yang konsisten.
Tantangannya sekarang adalah memastikan bahwa semuanya dapat saling memperkuat ke arah yang jelas. Kedaulatan digital tidak berarti menutup diri dari dunia luar, namun memiliki kemampuan untuk bekerja sama tanpa kehilangan kebebasan dalam menentukan pilihan,” jelasnya.
Bagi Devie, masa depan AI harus dinilai melalui keseimbangan antara kemampuan teknologi dan kesejahteraan manusia yang terangkum dalam prinsip 4C (Context × Community × Capability × Care = Meaningful AI).
Konteks memastikan teknologi memahami kebutuhan nyata. Komunitas membawa partisipasi. Kemampuan memungkinkan orang untuk menggunakan teknologi. Sementara itu, kepedulian memastikan inovasi tidak meninggalkan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.
Perspektif mengenai pentingnya transformasi digital yang inklusif juga mendapat perhatian dari peserta forum GDF II dari Indonesia.
Randy Mulyanto, Founder & CEO RadVoice Indonesia, meyakini kemajuan kebijakan digital perlu diiringi dengan komunikasi publik yang mampu membangun pemahaman dan kepercayaan publik. Menurutnya, langkah Komdigi dalam memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan tata kelola teknologi memberikan landasan penting bagi komunikasi yang tidak hanya memperkenalkan inovasi, namun juga menjelaskan manfaat dan tanggung jawab di baliknya.
Sementara itu, Indira Rizky Azzahra dari eCloudvalley Digital Technology menyoroti pentingnya penguatan kesiapan ekosistem teknologi Indonesia agar pengembangan AI tidak berhenti pada adopsi aplikasi saja, namun juga berdampak pada peningkatan kemampuan nasional.
Menurutnya, pengembangan talenta, infrastruktur komputasi, keamanan data, dan kolaborasi antara pemerintah dan industri menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat AI dapat dirasakan lebih luas.
Bagi Devie, kehadiran berbagai perwakilan Indonesia pada forum yang mempertemukan peserta lebih dari 100 negara ini juga menunjukkan peluang untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkenalkan pendekatan transformasi digital Indonesia yang berpusat pada manusia.
Redaksi : M Mahfud
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






