BANDASAPULUAH.COM –
Penanganan darurat difokuskan pada wilayah terdampak, khususnya kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Basa Ampek Balai Tapan. Pemerintah daerah mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI/Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu evakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan menilai kerusakan akibat bencana tersebut.
Berdasarkan informasi yang dipublikasi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pada 12 Oktober 2026, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (10/9/2026) hingga Sabtu (10/10/2026) memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah kecamatan. Daerah terdampak yang dilaporkan antara lain Ranah Ampek Hulu Tapan, IV Jurai, Koto XI Tarusan, dan Batang Kapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di kawasan Tapan, luapan sungai merendam pemukiman warga. Nagari Limau Prut Tapan dan sejumlah nagari lainnya di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan termasuk wilayah yang membutuhkan perawatan. Laporan awal BPBD juga mencatat adanya rumah-rumah yang hanyut dan kerusakan sejumlah sarana dan prasarana umum.
Data sementara BPBD yang diperbarui hingga Minggu (10/11/2026) dini hari mencatat 4.240 unit data terdampak di sembilan desa di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Angka tersebut merupakan akumulasi data sementara yang masih memerlukan verifikasi untuk memastikan jumlah kepala keluarga, rumah, atau warga yang terdampak. Oleh karena itu, angka tersebut tidak bisa langsung diartikan sebagai jumlah penduduk atau jumlah rumah.
Dampak lainnya adalah 12 sekolah, tujuh perkantoran, dan empat masjid dilaporkan terdampak. BPBD juga mencatat dua rumah dilaporkan hanyut dan kerusakan jalan di Nagari Talang Balarik sepanjang sekitar 100 meter. Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan perlunya pengobatan di lapangan.
Posko Darurat Diaktifkan 24 Jam
Menindaklanjuti penetapan status tanggap darurat, BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengintensifkan koordinasi dan mengaktifkan layanan penanganan darurat melalui posko utama di kantor BPBD dan posko di wilayah Tapan. Personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dikerahkan untuk mendukung evakuasi, memantau kondisi lapangan, mendistribusikan logistik, dan mengumpulkan data dampak bencana.
Pada Sabtu malam (10/10/2026), BPBD memberangkatkan 10 personel ke wilayah Tapan dengan dua kendaraan operasional Ranger. Tim membawa lima tenda keluarga untuk menunjang kebutuhan darurat warga. BPBD juga menyiapkan 80 paket sembako dari gudang logistik untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Koordinasi lintas sektor dilakukan dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat penanganan warga terdampak serta memulihkan fasilitas umum dan akses transportasi yang terganggu.
Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim juga mengunjungi rumah warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan pada Minggu (10/11/2026). Dalam ulasan kali ini, relokasi menjadi salah satu pilihan penanganan terhadap rumah yang mengalami kerusakan berat dan rumah yang berada di bantaran Sungai Batang Tapan.
Akses Jalan dan Sekolah Juga Terdampak
Banjir juga mengganggu arus lalu lintas di jalan Tapan–Bengkulu, tepatnya di kawasan Alang Ramba, Tapan. Berdasarkan laporan BPBD pada Minggu (10/11/2026) pukul 01.30 WIB, genangan air masih menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter. Ketinggian air sebelumnya dilaporkan mencapai sekitar satu meter sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Saat laporan diterima, arus lalu lintas mulai dilaksanakan dengan sistem buka-tutup. Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas dan tidak memaksakan diri jika kondisi jalur tidak aman untuk dilalui.
Longsor juga terjadi di jalan provinsi di Nagari Setara Nanggalo, kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. Material longsor menutupi badan jalan sehingga akses kendaraan roda empat tidak bisa dilalui. Pemerintah daerah bersama instansi teknis sedang berkoordinasi untuk mengatasi permasalahan akses tersebut.
Sektor pendidikan juga terkena dampaknya. Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan melaporkan lima sekolah terdampak banjir di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, yakni SDN 10 Pasar Melintang, SDN 02 Padang Kejai, SMPN 2 Ranah Ampek Hulu Tapan, SMPN 3 Ranah Ampek Hulu Tapan, dan SDN 09 Sungai Gambir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Salim Muhaimin mengatakan, pendataan kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan karena air banjir baru mulai surut. Sekolah diminta menyampaikan laporan kerusakan kepada kecamatan dan instansi terkait untuk diteruskan melalui mekanisme penanganan satuan pendidikan terdampak bencana.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras kembali turun. Warga diminta mengikuti informasi resmi, menaati arahan petugas, dan segera menjauhi bantaran sungai atau lokasi yang menunjukkan tanda-tanda pergerakan tanah. SSC/MN
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency



Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan secara simbolis bantuan seragam kepada siswa SMA usai upacara peringatan HUT Ke-27 Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (12/10/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking" width="225" height="129" />


Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan secara simbolis bantuan seragam kepada siswa SMA usai upacara peringatan HUT Ke-27 Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (12/10/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking" width="129" height="85" />