BANDASAPULUAH.COM –
RRI.CO.ID, Jakarta – BGN RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perkuat kerja sama, tingkatkan pemanfaatan ikan sebagai sumber protein. Yakni sumber protein untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kerja sama yang dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini adalah untuk menghubungkan kebutuhan menu MBG dengan potensi produk perikanan. Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemenuhan kebutuhan nutrisi menjadi salah satu perhatian utama dalam penyusunan menu MBG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Intinya bagaimana kandungan gizi dalam satu menu makanan ompreng diberikan kepada penerima manfaat. Baik pelajar maupun non pelajar yaitu 3B, Busui, Ibu Hamil dan Balita tersaji dengan kandungan gizi yang cukup, kata Sudaryono pada agenda penandatanganan PKS BGN dan KKP, di Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Dalam kerja sama ini, BGN mendorong ikan tidak hanya dimanfaatkan berdasarkan pola konsumsi masyarakat di daerah tertentu. Namun mereka juga memanfaatkan hasil perikanan tangkap dari laut.
“Yang kita inginkan bukan hanya itu saja, perikanan tangkap di laut juga ingin kita olah. Karena kandungan gizinya juga bagus, baik itu tuna, baik tuna, baik ikan lainnya,” kata Sudaryono.
BGN, kata Sudaryono, menilai pemanfaatan ikan dalam MBG perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah. Oleh karena itu, menu MBG tidak harus diseragamkan di seluruh Indonesia asalkan masih memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Penyesuaian menu MBG dapat dilakukan berdasarkan ketersediaan bahan baku, potensi pangan lokal, dan kebiasaan konsumsi masyarakat di daerah tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan bahan pangan lokal lebih optimal sekaligus memperluas pilihan sumber protein pada menu MBG.
Kerjasama BGN dan KKP juga diarahkan untuk mendukung gerakan makan ikan yang digalakkan oleh KKP. BGN menyatakan, siap menjadi pembeli hasil perikanan untuk selanjutnya dijadikan bahan baku penyediaan menu MBG.
“Kami ingin ikan masuk dalam satu menu makanan, dengan asupan protein yang cukup, itu yang terpenting. Jadi kami dukung gerakan makan ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami siap menjadi offtaker dan kemudian disuguhkan ke menu ompreng,” kata Sudaryono.
Skema ini berpotensi menyelaraskan kebutuhan pangan dalam program MBG dengan produksi perikanan dari berbagai daerah. Implementasi kerjasama lebih lanjut akan menentukan bagaimana produk perikanan dapat masuk ke dalam rantai pasok pangan untuk program tersebut.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






