Respon Desentralisasi dan Militerisme di Era Prabowo-Gibran, BEM UI Gandeng Sejumlah Pengamat dan Pakar Senior

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDASAPULUAH.COM –

Depok, Jempol.Id — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa menggelar diskusi bertajuk “Melawan Sentralisasi Kekuasaan: Cita-cita dan Gagasan Perbaikan Struktural Bangsa Indonesia” di Auditorium Toety Heraty Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Kamis (1/10/2026).

Diskusi yang berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB ini mengundang para pengamat politik, akademisi, dan pakar senior untuk membahas isu desentralisasi, federalisme, militerisme, feodalisme, dan dinamika representasi kekuasaan dalam pemerintahan Indonesia di era Prabowo-Gibran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Rocky Gerung, Bivitri Susanti, Bagus Takwin, Herman HS Sumantri, Fakhrul Fulvian, dan Nur Majid Taufiqrahman. Forum tersebut dihadiri sekitar 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan perwakilan sejumlah elemen.

Baca Juga :  Al Jazeera Study menyelenggarakan konferensi “Afrika dan Tantangan Keamanan dan Kedaulatan” untuk mengubah benua ini dari marginalitas menjadi sentralitas

Dalam pemaparannya, Rocky Gerung mengkritisi pemahaman desentralisasi yang dinilainya belum sepenuhnya diterapkan secara substantif di Indonesia. Ia menilai praktik yang dilakukan saat ini masih menyerupai dekonsentrasi, yakni pembagian kewenangan administratif dan proyek dari pemerintah pusat ke daerah.


Rocky Gerung mengkritik desentralisasi di Indonesia dan mengatakan bahwa praktik tersebut masih sebatas dekonsentrasi

Ujungnya hanya dekonsentrasi, bukan desentralisasi, kata Rocky dalam diskusi tersebut.

Rocky juga mendorong mahasiswa untuk melakukan terobosan konseptual dalam membahas hubungan pusat dan daerah, termasuk membuka kembali perdebatan mengenai federalisme sebagai alternatif dalam memahami tata kelola negara kepulauan.

Sementara itu, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menyoroti militerisasi yang dinilainya berpotensi mengikis nilai-nilai keperdataan melalui kebijakan dan praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga :  Perselingkuhan Davina Karamoy dan mantan Menteri itu rupanya diungkap istri sahnya

Menurut Bivitri, perluasan peran TNI melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP), pembentukan batalion pembangunan, dan keterlibatan institusi militer di berbagai sektor masyarakat perlu dikaji dalam konteks hubungan sipil dan militer.

“Nilai-nilai sipil sedang diteror, terkikis secara sistemik,” kata Bivitri.


BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB satukan barisan, siapkan gerakan bersama bertajuk “Nestapa Indonesia”

Ia juga menyoroti munculnya ketakutan masyarakat dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, kondisi tersebut terkait dengan melemahnya nilai-nilai keperdataan yang seharusnya menjadi landasan kehidupan demokrasi.

Bivitri juga menggarisbawahi hubungan antara militerisme dan feodalisme. Ia menilai feodalisme memiliki pengaruh yang lebih luas karena tidak hanya dapat tumbuh di lingkungan militer, tetapi juga di institusi sipil, partai politik, dan korporasi.

Baca Juga :  Pertahanan Sipil di Gaza mulai mengangkut jenazah yang dikuburkan secara acak dari sekitar Rumah Sakit Al-Ahli

Perbedaan pandangan para narasumber turut mewarnai jalannya diskusi. Rocky Gerung lebih menekankan pada pembongkaran konsep dan kerangka teori, sedangkan Bivitri Susanti menyoroti dampak kebijakan dan praktik kekuasaan terhadap nilai-nilai sipil dan kehidupan demokratis.

Melalui forum ini, mahasiswa dan narasumber berdiskusi mengenai hubungan sentralisasi kekuasaan, desentralisasi, militerisme dan feodalisme dalam upaya memahami tantangan struktural pemerintahan Indonesia.

(Tajuk rencana)


Ada Seruan Bubarkan WALHI, Koalisi Pemuda Anti Antek Asing Gelar Aksi di Tengah Diskusi Publik

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Siswi Berhijab di Luwu Nyanyikan Lagu Rohani Kristen
Sidang Perkara Diploma Gibran, Maruarar Siahaan: MK Harus Mampu Mengadili Perkara dan Mengawal Konstitusi |ROSi
Basarnas Ungkap Belum Ada Skema Teknis KRI Sriwijaya-100 untuk Operasi SAR
MBG Akan Tambah Sumber Protein dari Ikan, BGN Siap Jadi ‘Offtaker’
Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Begini Tanggapan Jokowi
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri puncak HUT TNI ke-81
Disperdagin Gandeng Diskominfo Kota Kediri Berikan Pelatihan Pemanfaatan AI
Video Siswa Nyanyikan Lagu Rohani, Kepala SMPN 1 Tanete Minta Maaf

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Viral Siswi Berhijab di Luwu Nyanyikan Lagu Rohani Kristen

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Sidang Perkara Diploma Gibran, Maruarar Siahaan: MK Harus Mampu Mengadili Perkara dan Mengawal Konstitusi |ROSi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:30 WIB

Basarnas Ungkap Belum Ada Skema Teknis KRI Sriwijaya-100 untuk Operasi SAR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:40 WIB

MBG Akan Tambah Sumber Protein dari Ikan, BGN Siap Jadi ‘Offtaker’

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:50 WIB

Respon Desentralisasi dan Militerisme di Era Prabowo-Gibran, BEM UI Gandeng Sejumlah Pengamat dan Pakar Senior

Berita Terbaru

Nasional

Viral Siswi Berhijab di Luwu Nyanyikan Lagu Rohani Kristen

Jumat, 2 Okt 2026 - 04:10 WIB