BANDASAPULUAH.COM – Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengajak niniak mamak untuk memperkuat kebersamaan dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Pesisir Selatan.
Hal itu disampaikan Risnaldi saat menghadiri Palewaan Asman Datuak Tambijo sebagai penghulu pemangku adat Kaum Jambak Bungo Pasang Salido, Kecamatan IV Jurai, Rabu (23/9/2026).
Risnaldi mengatakan, dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dan peran niniak mamak sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga keharmonisan kaum, membimbing anak kemenakan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri saja, kita membutuhkan seluruh unsur, termasuk niniak mamak,” ujar Risnaldi.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Asman yang telah menerima amanah dan gelar adat Datuak Tambijo. Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai adat, marwah kaum serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, kami menyampaikan ucapan selamat kepada Asman, S.AP yang telah menerima amanah dan gelar adat Datuak Tambijo,” katanya.
Risnaldi berharap Asman dapat menjalankan amanah tersebut dengan penuh kebijaksanaan serta menjadi contoh dan teladan bagi anak kemenakan.
Ia kemudian mengajak seluruh niniak mamak untuk terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata Risnaldi, hendaknya dibicarakan dan diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan kearifan lokal dan kepentingan masyarakat.
“Tidak ada kusut yang tidak selesai kalau kita seiya sekata,” ujarnya.

Menurut Risnaldi, pembangunan daerah juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk niniak mamak. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui penyampaian aspirasi, pengawasan maupun partisipasi dalam menjaga hasil-hasil pembangunan.
Ia meyakini komunikasi dan musyawarah yang baik dapat menjadi jalan untuk mencari solusi terhadap berbagai perbedaan pendapat dan kendala yang muncul di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Risnaldi juga menyampaikan salam dari Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang berkeinginan hadir dalam acara tersebut, namun berhalangan hadir karena menerima kunjungan Satgas TRR.
“Di Minangkabau, kita selalu bersamaan dan beriringan. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, membutuhkan seluruh unsur masyarakat,” katanya.
Risnaldi juga mengajak niniak mamak mendukung berbagai agenda daerah yang akan dilaksanakan, di antaranya pelaksanaan MTQ Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2026 dan MTQ Provinsi Sumatera Barat tahun 2027, dengan Kecamatan IV Jurai sebagai tuan rumah.
“Kami membutuhkan dukungan niniak mamak. Ini menunjukkan kerja sama antara pemerintah daerah dengan unsur adat dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Asman Dt Tambijo mengatakan gelar adat yang diterimanya bukan merupakan kebanggaan pribadi, melainkan amanah adat dan kaum yang diwariskan oleh para pendahulu.
“Gelar bukan kebanggaan pribadi, tetapi amanah adat, kaum dan para terdahulu yang mewariskan kepada kita semua,” ujar Asman.
Ia mengatakan seorang penghulu harus mampu menjadi tempat bertanya dan bermusyawarah ketika terdapat perbedaan, sekaligus menjadi tempat berlindung bagi kaum ketika membutuhkan perlindungan.
Menurutnya, gelar yang disandang juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga marwah kaum di tengah perkembangan zaman. Karena itu, ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Anggota DPRD Kota Bengkulu itu berharap gelar Datuak Tambijo dapat menjadi jembatan untuk semakin mendekatkan dan memperkuat persatuan Kaum Jambak.
“Yang muda kita rangkul, yang lemah kita kuatkan, yang tertinggal kita bantu,” katanya.
Ia meminta seluruh niniak mamak, alim ulama dan unsur kaum senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk dalam menjalankan amanah tersebut.
Asman juga menyadari dirinya tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan. Karena itu, ia meminta kaum untuk memberikan masukan apabila terdapat kesalahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penghulu.
“Saya tidak kuat tanpa dukungan kaum. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” ujarnya.
Ia berharap Palewaan Gelar Datuak Tambijo tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan memperkokoh silaturahmi.
Kepada generasi muda, Asman berpesan agar tidak malu dengan adat, tidak menjauh dari agama dan tidak melupakan asal-usul.
“Yang kita wariskan bukan hanya nama dan gelar, tetapi juga agama dan akhlak,” katanya.
Turut menyampaikan ucapan selamat, Ketua LKAAM Pesisir Selatan Syafrizal Ucok dan Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Jasman yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat.
Keduanya menyampaikan bahwa penerimaan gelar Datuak Tambijo bukan hanya sebuah prosesi adat, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga marwah kaum, membimbing anak kemenakan serta berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Anggota DPRD Pesisir Selatan Dapil I, Ketua LKAAM Pesisir Selatan Syafrizal Ucok beserta jajaran, Camat IV Jurai dan unsur Forkopimca, para wali nagari, Ketua KAN Salido Mulyandri Dt Rajo Intan beserta jajaran, Ketua KAN Tambang Firman Joni Dt Gamuak beserta jajaran, para perantau, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.






