BANDASAPULUAH.COM — Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mendampingi Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (16/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memetakan berbagai kebutuhan dalam percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana di Pesisir Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Tim Satgas PRR Pascabencana Wilayah Sumatera Brigjen Pol Yopie Indra Sepang mengatakan, sebelum turun ke lapangan, pihaknya telah melaksanakan audiensi bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
“Hari ini kita melaksanakan kunjungan fisik, kunjungan langsung ke lokasi. Tadi kita sudah lihat jalan yang terputus, kemudian kita juga sudah melihat kegiatan normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh BWS Sumatera V,” ujar Yopie.

Tim kemudian meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Berdasarkan informasi pemerintah daerah, pembangunan huntap tersebut direncanakan mulai Jumat (18/9/2026).
Yopie menyebutkan, saat ini persiapan pembangunan di lokasi tersebut telah dilakukan melalui line clearing. Sebanyak 85 rumah direncanakan dibangun di lokasi tersebut dengan target penyelesaian pada Desember 2026.
“Menurut penyampaian Pak Wakil Bupati tadi ada 85 rumah yang akan dibangun di sini dan target selesai Desember,” katanya.

Menurut Yopie, hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Satgas PRR juga membawa sejumlah unsur kementerian dan lembaga dalam kunjungan tersebut, di antaranya BNPB, Kementerian PU dan Bappenas.
“Permasalahan-permasalahan yang ada di pemerintahan daerah di sini kita coba untuk kumpulkan, kemudian nanti akan kita bicarakan kira-kira permasalahan ini bisa kita selesaikan dengan cara bagaimana,” jelasnya.
Ia menegaskan, Satgas PRR berperan melakukan orkestrasi antara kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam menangani wilayah yang terdampak bencana.
“Intinya kami Satgas ini melakukan orkestrasi dari semua kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah, terutama untuk daerah-daerah yang terdampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Tim Satgas PRR yang telah turun langsung melihat kondisi dan kebutuhan penanganan pascabencana di daerah tersebut.
“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan ribuan terima kasih banyak atas turunnya langsung Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera,” kata Risnaldi.
Ia mengatakan, Tim Satgas yang dikoordinatori Brigjen Pol Yopie Indra Sepang telah memperoleh informasi dari pemerintah daerah dan melakukan pengecekan fisik secara langsung terhadap sejumlah lokasi terdampak.
Risnaldi berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada pengecekan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga sehingga penanganan pascabencana di Pesisir Selatan dapat dipercepat.
“Harapan kita atas nama pemerintah daerah tentu ini tidak selesai sampai di sini. Kita berharap sebagai koordinator Satgas beliau, termasuk wilayah Pesisir Selatan, membawa aspirasi kita supaya penanganan percepatan penanggulangan bencana ini segera bisa pulih kembali di Pesisir Selatan,” ujarnya.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kolonel Inf. Feksy Dimuri Angi, Kombes Pol. Dennie Andreas Dharmawan, Wakapolres Kompol Syafrizen dan jajaran, jajaran Kodim 0311 Pesisir Selatan, perwakilan Bappenas, Kementerian PU, BNPB, Asisten I Syafrizal Antoni, para kepala OPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Camat Bayang Yuhendro Nasti, Camat Bayang Utara Afridal, para wali nagari beserta jajaran, serta tokoh masyarakat.






