BANDASAPULUAH.COM – Camat Basa Ampek Balai Tapan, Erna Juita mengapresiasi pelaksanaan Reses Masa Sidang I Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah di Kantor Camat Basa Ampek Balai Tapan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Erna Juita, kegiatan reses merupakan momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang dihadapi masyarakat di tingkat kecamatan dan nagari.
Ia menilai, melalui pertemuan secara langsung, berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dapat disampaikan kepada wakil rakyat untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami dari Pemerintah Kecamatan sangat mendukung kegiatan reses ini. Ini adalah jembatan komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat. Semua persoalan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pemerintahan nagari bisa disampaikan langsung kepada Ketua DPRD,” ujar Erna Juita.
Ia menjelaskan, kebutuhan pembangunan di tingkat kecamatan mencakup berbagai sektor yang saling berkaitan. Infrastruktur jalan, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan kemudahan warga dalam memperoleh pelayanan publik.
Begitu pula dengan sektor pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan serta penguatan kegiatan kelompok tani.
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan melalui forum reses dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan.
Di bidang kesehatan, peningkatan pelayanan di RSUD Pratama Tapan juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan peserta. Sementara di sektor pendidikan, dukungan terhadap sarana dan prasarana sekolah dinilai penting untuk menunjang proses belajar mengajar.
Selain itu, kebutuhan dukungan anggaran bagi pemerintahan nagari turut menjadi perhatian. Pemerintahan nagari memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan pembangunan di tingkat lokal, sehingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD diperlukan untuk mendorong pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.
Erna berharap, melalui kegiatan reses, komunikasi antara pemerintah kecamatan, pemerintahan nagari, unsur lintas sektor, dan DPRD dapat terus terjalin dengan baik.
Dengan demikian, persoalan yang disampaikan masyarakat dapat dipahami secara lebih menyeluruh dan menjadi bahan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam forum reses juga penting agar aspirasi yang dihimpun tidak hanya berasal dari satu sektor, tetapi mencakup kebutuhan masyarakat secara luas.
Kegiatan reses tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor se-Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM Nakertrans Syamwil, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Direktur RSUD Pratama Tapan, para kepala UPT dinas dan instansi, kepala sekolah, para wali nagari, Ketua TP-PKK kecamatan dan nagari, Ketua Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus), Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), ketua kelompok tani, calon wali nagari terpilih, pendamping desa, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Darmansyah menjelaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengarkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Reses ini kewajiban kami sebagai anggota DPRD untuk turun langsung mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di Dapil V, khususnya di Basa Ampek Balai Tapan. Semua masukan yang disampaikan hari ini akan kami tampung dan kami bawa ke sidang DPRD,” ungkap Darmansyah.
Ia menyampaikan, berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD, termasuk berkaitan dengan program pembangunan dan penganggaran daerah.
Aspirasi tersebut akan dipertimbangkan melalui mekanisme yang berlaku dengan memperhatikan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah.
Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi pertanian, peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Tapan, dukungan sarana pendidikan, penguatan ekonomi kelompok tani, serta kebutuhan anggaran bagi pemerintahan nagari.
Dialog berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan sesuai kebutuhan sektor masing-masing, sehingga reses menjadi ruang komunikasi antara wakil rakyat dan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.
Bagi Pemerintah Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, bagi DPRD, aspirasi yang dihimpun menjadi bagian dari masukan dalam menjalankan fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Melalui pelaksanaan reses tersebut, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjaga, serta berbagai aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui proses perencanaan dan pembahasan pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya di wilayah Dapil V.






