BANDASAPULUAH.COM –
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daftar isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengaku bisa mengeluarkan peringatan akan adanya gempa sebelum guncangannya dirasakan oleh masyarakat atau penerima peringatan. Hal itu terungkap dari unggahan di akun Instagram resmi BMKG, @/infobmkg.
Bagaimana caranya?
BMKG mengeluarkan peringatan gempa sebelum guncangan terasa melalui InaEEWS. Yakni sistem peringatan dini yang dikembangkan BMKG. Dikatakan bahwa sistem ini dapat memberikan waktu beberapa detik sebelum gelombang gempa yang lebih kuat datang.
Sensor mendeteksi gelombang awal, kemudian sistem memproses informasi tersebut untuk mengirimkan peringatan potensi guncangan IV MMI atau lebih, tulis BMKG, dikutip Selasa (6/10/2026).
“Beberapa detik dapat menjadi waktu yang berharga untuk melindungi diri dan mencari tempat yang aman,” tambah BMKG.
Dijelaskan bahwa InaEEWS atau Indonesia Earthquake Early Warning System merupakan layanan peringatan dini terjadinya gempa bumi sebelum guncangannya terasa sehingga memberikan waktu untuk melakukan tindakan penyelamatan diri.
Cara Kerja InaEEWS dan Alasan Tidak Menerima Notifikasi
Cara kerjanya adalah sesaat setelah gempa terjadi, sensor terdekat mendeteksi gelombang awal gempa (P-wave) dan mengirimkan data ke pusat sistem. Data tersebut segera dianalisis untuk memperkirakan parameter dan dampak gempa.
“Jika perkiraan dampak memenuhi ambang batas, sistem akan mengirimkan peringatan dini melalui saluran sosialisasi seperti InaEEWS Mobile App kepada penerima di wilayah berisiko terdampak sebelum guncangan gempa terasa,” jelas BMKG.
Namun, lanjut BMKG, sistem ini masih dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, wilayah operasionalnya masih terbatas. Rencananya sistem ini akan terus dikembangkan agar layanan operasional dapat meluas dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Saat ini InaEEWS beroperasi secara terbatas di Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Lampung, kata BMKG.
“Layanan ini memberikan peringatan dini terhadap gempa bumi berkekuatan besar yang dirasakan dengan batas guncangan minimal MMI IV atau lebih. Kawasan ini dipilih karena kepadatan sensor dan jaringan sistem komunikasinya memadai,” kata BMKG.
Oleh karena itu, jelas BMKG, jika Anda sudah mendownload aplikasi ini namun tidak menerima notifikasi atau peringatan gempa dari BMKG, berarti ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
Pertama, gempa yang terjadi tidak memenuhi syarat minimal guncangan MMI IV atau lebih. Kedua, negara ini berada di zona buta (blind zone), sehingga peringatan dini terlambat diterima. Ketiga karena ada masalah setting/jaringan pada ponsel.
BMKG juga mengingatkan, jika memang merasakan guncangan gempa, tidak perlu menunggu peringatan dini dari InaEEWS maupun dari BMKG. Segera lakukan tindakan pencegahan keselamatan Jatuhkan, Tutupi, dan Tahan.
Apa itu Zona Buta?
Blind Zone alias zona buta merupakan lokasi yang sangat dekat dengan sumber gempa. Oleh karena itu, meskipun Anda sudah menginstal InaEEWS di ponsel Anda, Anda tidak terlambat menerima atau menerima peringatan gempa.
Blind Zone diakui sebagai salah satu tantangan dalam pengembangan InaEEWS.
Selain itu juga terdapat persoalan integrasi optimal antara peningkatan kepadatan jaringan sensor gempa dengan keandalan sistem komunikasi super cepat untuk pengolahan data real-time yang presisi, guna meningkatkan akurasi dan kecepatan peringatan dini.
Tantangan lain menurut BMKG adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap EEWS dan respon cepat dan tepat terhadap peringatan dini yang diberikan untuk mengurangi risiko bahaya gempa bumi.
Lantas, apakah gempa bumi bisa diprediksi?
Jawabannya adalah Belum.
BMKG menjelaskan gempa bumi merupakan suatu peristiwa terjadinya guncangan bumi akibat adanya pelepasan energi dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan pecahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Akumulasi energi penyebab gempa bumi diakibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan diradiasikan ke segala arah dalam bentuk gelombang gempa, sehingga dampaknya dapat dirasakan hingga ke permukaan bumi.
Ia menambahkan, Indonesia termasuk daerah rawan gempa karena dilalui oleh titik pertemuan 3 lempeng tektonik. Yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Ciri-ciri gempa bumi menurut BMKG:
– berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
– lokasi kejadian tertentu
– akibatnya bisa menjadi bencana
– berpotensi terulang kembali
– belum dapat diprediksi
– tidak dapat dicegah, namun dampaknya dapat dikurangi.
(hari/hari)
(Gambas: Video CNN)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






