Home » Penyuka Kopi Hitam Tanpa Gula Itu Akhirnya Jadi Bupati
Opini

Penyuka Kopi Hitam Tanpa Gula Itu Akhirnya Jadi Bupati

Oleh : Harmidi

Tak sabar hati dan perasaan masyarakat Pesisir Selatan menunggu Pelantikan pemenang Pilkada Pesisir Selatan tahun 2020, yaitu bapak Drs.Rusma Yul Anwar M.Pd -Apt Rudi Hariyansyah S.Si. dengan kemenangan mutlak dari calon lain, yaitu selisih sekitar 43 Ribu suara (19,1%) maka dengan percaya diri pendukung, relawan dan simpatisan akan menghadiri acara pelantikan nantinya, tentunya karena rasa cinta dan rindunya mereka terhadap sosok Bapak Rusma yul Anwar yang lebih dikenal oleh orang banyak dengan sebutan AN KADIS.

Ada sebuah sikap yang kami anggap bahwa perlu dicontohkan, ketika saya ngobrol dengan pak AN, dengan nada kesal saya sampaikan ke Pak AN, baa apak diam sajo katiko apak diperlakukan bantuak iko? (Kenapa bapak diam saja ketika bapak diperlakukan kayak gini). Ini karena kami kesal bapak AN selaku wakil Bupati tidak dianggap dan diperlakukan tidak semestinya, ternyata jawabannya yang membuat saya termenung.. Harmidi kata pak AN,,, ketika kita digigit oleh ANJING, kita sebagai manusia jangan membalas dengan mengigit Anjing itu.. (termenung saya). Kita tau bahwa selama pak AN menjabat jadi wakil bupati tak ada orang sekitar pejabat teras dan bupati yang menghargainya, didiamkan, bahkan beberapa kali dicari-cari kasus yang bisa menjerat pak AN ke jeruji besi. Tuhan masih sayang sama pak AN, hingga hari ini semua rencana jahat dari manusia tidak akan bisa menjatuhkan pak AN. Karena semua perjuangan pak AN diberkahi oleh Tuhan dan pak AN di sayangi oleh masyarakat Pesisir Selatan.

Tidak berapa lama lagi, sang Guru itu akan dilantik jadi bupati Pesisir Selatan. Pak AN itu pasti dilantik, apapun yang dilakukan oleh orang yang tidak menyenangi beliau akan kandas dengan sendirinya.

Pak AN itu sosok yang kuat, ibarat karang yang berdiri kokoh di lautan, walaupun tiap saat dihempas gelombang yang kuat atau gelombang buatan manusia serakah, tetap saja berdiri dengan senyumannya yang kas sambil minum KOPI HITAM TANPA GULA.

Kehidupan pak AN itu sangat PAHIT (maklum kopi hitam tanpa gula), dari kecil dia sudah jadi anak yatim, dengan tekad yang kuat dia belajar sampai perguruan tinggi, akhirnya jadi guru. Setelah lama jadi guru akhirnya di percaya jadi kepala sekolah, ketika jadi kepala sekola didemo oleh guru dan murid disekolah itu sendiri. Tidak berapa lama jadi kepala sekolah, akhirnya dipercaya untuk jadi sekretaris Dinas Pendidikan, lucunya ketika sang kepala sekolah ini di tarik ke dinas Pendidikan, yang mendemo pak AN ketika itu balik memprotes dengan linangan air mata agar pak AN tidak ditarik ke dinas pendidikan, karna sekolah kehilangan sosok pemimpin kebanggaan mereka yg telah sukses membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah yang berprestasi dari sebelumnya. Tidak berapa lama jadi sekretaris dinas pendidikan, beliau dipercaya jadi Kadis Pendidikan, akhirnya dlm waktu 2 tahun menjadi kadis berhasil membuat nilai UN sekolah di Pessel tertinggi, banyak siswa yang diterima diperguruan tinggi dll.

Karena tidak bisa berbuat lebih banyak untuk Pesisir Selatan jika masih tetap jadi ASN, maka pada tahun 2015 pak AN mengambil jalan lain, yaitu mengajukan pensiun dini dan mencalonkan jadi wakil bupati Pesisir Selatan. Akhirnya Menang.

Related posts

Tugu Ikan Mungkuih, Realita atau Kenangan?

Afrizal

Kriteria Pemimpin Menurut Islam

Afrizal

Sebuah ide dalam meningkatkan literasi anak sekolah

bandamaster