Home » Menolak Pasar Modern di Kecamatan Sutera
Opini

Menolak Pasar Modern di Kecamatan Sutera

Melihat tuntutan oleh sebagian  masyarakat yang menamakan  “pemuda pemudi peduli  pembangunan “yang menginginkan pasar modern perlu di kaji ulang.

Entah paham entah tidak pasar modern justru akan merugikan  pedagang  tradisional yang selama ini berdagang karena adanya pasar modern akan mematikan perekonomian para pedagang.

Pasar modern  di identikkan dengan pasar yang bersih,nyaman, harga yang pas dan pelayanan yang tersendiri jauh berbeda dengan pasar tradisional yang diibaratkan seperti bumi dan langit .

Bila ingin mencotohkan Matahari Department Store, Ramayana, Hypermart, Carrefour, Hero, Alfamart, Indomaret adalah beberapa contoh dari pasar modern.

Andai itu yang di inginkan oleh pemuda yang menamakan diri ” Pemuda Pemudi Peduli Pembangunan” maka tuntutan itu tidak  mewakili keinginan masyarakat tetapi keinginan penguasa dan pengusaha. Akan tetapi bila yang dimaksud bukan matahari , Ramayana dan kolega maka terjadi kesalahpahaman tentang pasar modern yang aman, bersih dan nyaman tersebut. Tapi

Secara sederhana Pasar modern dapat diartikan sebagai tempat perdagangan dengan harga yang pas dan pelayanan tersendiri. Tidak ada lagi tawar menawar dalam tiap transaksi perdagangan.

Keinginan untuk menjadikan pasar surantih yang bersih ,aman serta nyaman bukan berarti harus menjadikan pasar surantih menjadi pasar modern tetapi alangkah lebih bagus mengikuti program revitalisasi pasar yang merupakan program dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Melalui revitalisasi pasar ini akan menciptakan lingkungan pasar yang menarik( interisting) dan berdampak positif Sera dampak meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial masyarakat/warga  (public realm). Memang selama ini lingkungan di pasar surantih dirasa tidak menarik karena akan ” Lanyah ” di musim hujan walaupun kering di musim kemarau.

Revitalisasi pasar ini juga meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar dan  selain itu juga untuk memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman. Maka keinginan agar pasar surantih menjadi nyaman akan terlaksana.

Selain melakukan perbaikan  fisik program juga melakukan perbaikan ekonomi , sosial serta manajemen. Bila selama ini ada anggapan bahwa pasar surantih manajemen nya buruk dan menguntungkan segelintir orang maka dengan ini manajemen pengelolaan pasar akan mengatur secara jelas aspek aspek seperti hak dan kewajiban pedagang, tata cara penempatan dan pembiayaan, fasilitas-fasilitas yang harus tersedia sehingga pasar surantih tidak kalah dengan pasar yang ada di daerah lain .

Istilah di masyarakat saat ini yang sering menganggap akan membangun pasar modern perlu di luruskan. Sebenarnya yang akan dibangun adalah merevitalisasi pasar surantih . Istilah yang salah ini bila di teruskan akan menimbulkan kesalahan persepsi di mata masyarakat.

Afrizal
“Seorang mahasiswa yang juga peduli pembangunan”
Ditulis pagi ini di Pasar Gaung, Padang

Related posts

Pungutan Uang Sekolah Bukan untuk Kesejahteraan Komite

Afrizal

Apa Itu Mahasiswa?

bandamaster

Kesalahan Penamaan Rumah Sakit Milik Pemkab Pessel

Afrizal