Home » Canny dan Rika
Sastra

Canny dan Rika

Semalam malaman itu Canny tidak tidur
sekejap juga . Rindu dan cintanya kepada Rika sekonyong-konyong sudah berbalik menjadi dendam dan benci Ketika Rika mengucapkan “Hanya sekedar menemuiku? Kau rela menghabiskan waktu dan tenaga mu untuk hal yang sia-sia ini? Apakah kau lupa aku pernah berkata padamu bahwa kita hanyalah sebatas teman tak akan pernah lebih Jadi tolong janganlah menaruh Harap lebih padaku, Ku mohon padamu, Mengertilah!”
Masih terniang di telinganya kata-kata Rika yang pelan namun menusuk ke ulu hati yang paling dalam.  Mengertilah canny saat ini, bahwa Rika sudah mempermainkan hatinya , seolah-olah di pergunakannya buat perintang rintang hati dan sebagai pelepas bosan dikala kesendirian.

Di malam yang dingin itu , Canny merebahkan badan di atas kasur sembari menatap keatas dengan tatapan kosong. Ia larut dalam lamunan, masih terpikir olehnya rika dan  seolah-olah ia sendiri saja yang mengejar-ngejar rika sehingga ia rela berlayar menyebrangi selat Sunda menuju Pulau Jawa. Meninggalkan Tanah Sumatera demi melepaskan rindu yang  rupanya sia-sia belaka.

Baca selanjutnya : Perjalanan yang sia-sia

Tiada ada dalam benak canny bahwa cintanya akan bertepuk sebelah tangan karena pada hematnya selama ini Rika selalu menunjukkan laku dan Budi yang baik kepada canny seolah-olah Rika membalas cintanya pula. Namun apalah daya itulah kenyataan yang harus diterima oleh canny.

Rasa sayangnya yang membara  pada Rika sedari SMA seketika itu akhirnya padam, Rasa yang terpendam semenjak SMA dan belum sempat di ungkapkan itu akhirnya layu sebelum berbunga. Kekecewaan yang mendalam dirasakan oleh canny selepas peristiwa itu , kini baru Taulah canny akan rasa galau yang mana sepanjang umur baru saat ini lah ia merasakan hal yang demikian.  Makan tidak lahap dan tidur tiadalah lelap yang ada dalam pikirannya hanyalah Rika semata walaupun ia tau Rika tak sedikit pun menaruh perasaan padanya hanyalah canny lah yang berharap lebih dan kepedean selama ini.

Jarak memang telah memisahkan Canny dan Rika setelah lulus SMA di Nias selatan. Canny terbuang ke Ranah Minang sedangkan Rika harus terdampar ke kota Pahlawan. Selama menempuh SMA memang tak ada yang spesial dari hubungan mereka , Canny yang hanya siswa biasa kala  itu dengan  prestasi akademik yang pas-pasan dan kegiatan ekstrakurikuler yang tidak berlebihan membuat canny merasa tidak percaya diri untuk mendekati Rika yang merupakan  Gadis idaman para siswa laki-laki di sekolah . Yang bisa dilakukan oleh canny saat itu hanya lah memuji kecantikan Rika didalam hati dan memandang Rika dari kejauhan karna untuk mendekati tidak sanggup dan untuk menghampiri saja tidak berani.

Namun Semua berubah  ketika Rika mengirimi canny sebuah pesan yang cukup singkat . Rika hanya mengirim pesan “Hei canny” . Tapi Dengan pesan yang teramat singkat itu Canny merasa hatinya riang kesana kemari , jiwanya melayang terbang. apa yang ia tunggu selama ini akhirnya menjadi kenyataan  bisa memulai hubungan dengan Rika walaupun hanya sekedar berbagi kabar lewat pesan.

Semenjak itulah Hubungan mereka semakin dekat , kian hari hati canny kian berbunga ,seolah tumbuh dengan pesan yang selalu di kirimi oleh Rika.  namun ia tak pernah tau bahwa Rika sedikit pun tak pernah menaruh hati pada Canny. Bagi Rika , canny hanyalah sebatas teman dekat tak lebih tak pula kurang .

Semenjak dihubungi oleh Rika yang kala itu Canny masih semester satu bertekad untuk menyisihkan uang guna menemui Rika di kota Surabaya saat libur semester tiba. Hari demi hari di lalui Canny, hari pun telah berganti Minggu ,tahun bertukar dan musim pun berganti dan tak terasa kini canny telah berada di semester lima dan uang  tabungan canny pun telah dirasa cukup untuk pergi menemui Rika.

Kepergian canny mememui Rika tidak di beritahukan dulu kepada Rika . Maksud canny adalah untuk memberi kejutan bagi Rika .Namun perjuangannya yang lima semester ini harus berakhir sia-sia . Kehadiran canny tak di harapkan Rika . Hanya rasa sesal yang mendiami hati Canny. Dan semenjak pertemuan itu Canny berbalik pulang dengan kepala yang tak bisa di tegakkan tak lagi menoleh kekiri dan kekanan , Canny yang malang akhirnya Pulang dengan rasa kekecewaan dan penyesalan nan mendalam

Related posts

Hujan Menghapus Kisah

bandamaster

Jambau Terakhir

Afrizal

Aku Sampaikan Melalui Tulisan

bandamaster