Home » Pada Senja Pada Hujan
Sastra

Pada Senja Pada Hujan

Sore itu awan-awan hitam mulai menyelimuti langit langit yang berwarna jingga kemerah-merahan semburan ultra violet seketika itu menghilang meninggalkan gumpalan awan hitam yang akan membasahi belahan dunia sore itu,Kebetulan sore itu akan turun hujan sangat lebat Yani yang telah lama menantikan hujan sejak siang tadi sembari menunggu seseorang yang akan ia temui sore itu. 
Yani adalah wanita yang sangat mencintai hujan, setiap kali hujan turun ia selalu menikmatinya dengan cara bermain-main dibawah derasnya hujan sembari berlarian kesana kemari, senyum dan tawanya beriringan bagaikan denting melodi piano yang dimainkan oleh musisi kelas atas.  Sedari kecil Yani tak pernah melewatkan moment menikmati tetesan air hujan yang turun dari langit yang membiarkan jatuh satu persatu membawa kebahagia beserta kenangan-kenangan yang masih ia ingat jelas dalam ingatannya.
Sore itu Yani telah berjanji akan menemui Rico ditempat biasa mereka bertemu,  Sementara Orang-orang tengah sibuk lalu lalang mencari tempat untuk berteduh agar tak basah kuyup karna diguyur hujan yang lumayan deras sore itu,  Tampak sesosok lelaki yang tak asing disebrang jalan dari tempat Yani berdiri memakai celana jeans hitam yang sengaja dirobek dibagian lutut dan jaket berwarna abu abu yang selalu dikenakannya saat hujan dan berpergian menemui Yani. ” Rico ” ! sahut Yani dari sebrang jalan sembari melambai-lambaikan tangan, namun hujan yang begitu deras itu membuat suara Yani samar samar terdengar oleh Rico , Rico yang masih tidak menyadari bahwa Yani memanggil namanya masih berdiri kebingungan melihat ke sisi kanan dan kiri mencari keberadaan Yani saat itu,  Beberapa kali Yani memanggil nama Rico sembari melambai-lambaikan tangan namun tak sedikitpun di gubris oleh Rico,  Yani pun memutuskan untuk menghampiri Rico disebrang jalan sana tanpa pelindung apapun didalam derasnya hujan. ” sudah
beberapa kali aku memanggil namamu kenapa tak menjawab dan menghampiriku disebrang sana !” Tanya Yani dengan nada bicara yang agak kesal sembari menepuk pundak Rico , Yani yang sudah basah kuyup itu lalu mengibas-ngibaskan air yang masih mengucur ditangan nya itu.  Rico kaget lalu menoleh ke arah Yani ” Aku juga sedang mencarimu ? ” Jawab Rico lirih. 
Dengan sigap Yani menarik tangan Rico kedalam derasnya hujan, seketika itu Rico basah kuyup dan menyibak kan rambutnya dengan tangan nya. ” Ayo kita main air hujan ” tutur Yani sembari tertawa mengejek Rico yang mulai kedinginan. ” Kamu kan tau kalo aku kurang suka main air hujan , lagi pula aku takut kalo kamu sakit ” jawab Rico agak kesal. ” Ayolah sebentar aja,  lagi pun kita gak setiap hari juga kan ” Kata Yani memohon kepada Rico. ” Ya sudah,  tapi hanya sebentar setelah itu kita pulang ” Tutur Rico, “oke” Jawab Yani singkat.
Yani terlihat sangat senang bisa menikmati derasnya hujan itu berlarian kesana kemari sembari tertawa riang, apalagi saat Rico ada bersamanya,  lelaki yang ia cintai sejak duduk dibangku menengah atas . Meskipun begitu Yani dan Rico hanyalah sebatas sahabat yang tak akan mungkin bersama,  Kehadiran Rico dihidupnya membuat perubahan yang sangat besar,  Rico lah semangat pertama saat bangun pagi dan bersekolah, Sekedar mendengar ucapan “selamat pagi” dari mulut Rico itu sudah membuatnya bahagia , kedekatan Yani dan Rico yang semakin akrab setiap harinya membuat orang orang yakin bahwa mereka menjalin hubungan istimewa bukan hanya sekedar bersahabat, Namun sedikitpun mereka tak pernah menggubris penuturan teman temannya akan hal itu.
” Sudah mau magrib, kita harus pulang,lagipun kita sudah terlalu lama bermain air hujan , aku takut kamu sakit ” kata Rico sembari menarik tangan Yani yang masih asik itu. ” Ya sudah selesai ya ” Jawab Yani dengan nada sedikit kecewa , meskipun begitu Yani menuruti perkataan Rico karna ia tau bahwa Rico sangat peduli padanya dan tak mau Yani jatuh sakit .
 ” Senja Memiliki Kisah Yang Indah Setiap Harinya Berbeda Dengan Hujan Yang Membawa Kerinduan Pada Setiap Tetesnya “
” HUJAN MEMILIKI ARTI LUAS BAGI PENIKMATNYA, JIKA TAK SUKA BERTEDUHLAH!  “

Related posts

Puisi Titi Fitri

bandamaster

Untuk Seorang yang Tak Pernah Tau

bandamaster

Membeli Beras

Afrizal