Home » Keunikan Doa Selamat dalam Prosesi “Manjalang Mintuwo” di Surantih
Sutera unik

Keunikan Doa Selamat dalam Prosesi “Manjalang Mintuwo” di Surantih

Dalam Adat pernikahan di Surantih, setelah melaksanakan akad nikah di rumah anak daro pada tengah malam atau dini hari, maka pihak anak daro akan mengadakan doa selamat. Setelah selesai menggelar doa selamat maka marapulai kembali ke rumahnya bersama rombongan yang ikut serta menghadiri prosesi akad nikah tersebut.

Selanjutnya prosesi yang dilakukan adalah Manjalang mintuwo. Manjalang Mintuwo  adalah salah satu tahapan adat perkawinan Nagari Surantih yang dilaksanakan dari rumah anak daro. Di rumah mintuwonya anak daro disandingkan dengan marapulai di pelaminan yang telah disediakan, guna memperkenalkan anak daro pada keluarga marapulai.

Berdasarkan Buku “Alam Sati Nagari Surantih ( Asal Usul, Adat Istiadat, dan Monografi Nagari Surantih )“, dituliskan, sebelum penjemputan marapulai ke rumah orang tuanya oleh keluarga anak daro pada sore harinya. Kedua pengantin disanding menuju ke rumah mintuwo diiringi oleh kerabat dan karib yang telah diucok. Dalam tradisi ini anak daro yang datang ke rumah mintuwonya membawa sirih yang dibungkus dengan sapu tangan, kue dan nasi pandoa.

 Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Surantih, Rusli Dt. Rajo Batuah, mengatakan, setelah magrib anak daro bersama marapulai akan melaksanakan doa selamatan yang dihadiri oleh Niniak mamak, kamenakan dan masyarakat sekitar . Setelah pembacaan doa selesai , orang yang hadir akan memberi sejumlah uang kedalam sebuah tempat. Pemberian uang tersebut dimaksudkan untuk basa-basi terhadap apa yang dimakan oleh tamu yang hadir 

Rusli juga menuturkan bahwa uang yang terkumpul tersebut, diberikan kepada anak daro dengan maksud untuk mengimbangi pembawaan anak daro. Dikatakan, pemberian uang tersebut tidak pula diwajibkan kepada semua yang hadir ,akan tetapi adalah orang yang patuik artinya orang yang memiliki uang. Bila tidak punya uang maka tidak diwajibkan untuk memberi.

 Setelah uang diterima oleh Anak daro maka anak daro bersama marapulai akan meninggalkan rumah Marapulai, dan kembali ke rumah anak daro. Sejak hari itu marapulai menginap di rumah anak daro, pada malam pertama dan ke dua biasanya marapulai membawa inang pengasuh dan teman sejawat untuk menemaninya.

Related posts

Ini Mantra Untuk Mengobati Orang yang “Tasapo” di Surantih

Afrizal

Tradisi Masyarakat Surantih Sebelum Masuknya Islam yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

bandamaster

Kapan Kecamatan Sutera berdiri? Ini Jawabannya!

Afrizal