Home » Kompleks Makam Bundo Kanduang Di Lunang
Pariwisata

Kompleks Makam Bundo Kanduang Di Lunang


Berbicara tentang Lunang seketika membawa pikiran kita tentang keberadaan Rumah Gadang Mandeh Rubiah. Ternyata tak hanya Rumah Gadang saja yang menjadi satu-satunya objek yang menyimpan sejarah masa lalu melainkan juga terdapat kompleks pemakaman yang berada di sekitar Rumah Gadang. 

Dilansir dari buku “Deskripsi Cagar Budaya Tidak Bergerak Kabupaten Pesisir Selatan “, Kompleks makam ini dinamai Makam Bundo Kanduang karena tokoh yang dimakamkan diyakini bernama Bundo Kanduang yaitu tokoh legenda Minangkabau yang melarikan diri dari pagaruyung ke Lunang Silaut karena adanya konflik saat itu yang menbahayakan Bundo Kanduang. 

Tokoh-tokoh yang dimakamkan di dalam kompleks ini masih memiliki kaitan dengan Rumah Gadang Mande Rubiah. Jirat makam tersusun dari batu kali yang dibentuk berundak, dan nisan memiliki bentuk tipe Aceh.

Kompleks makam Bundo Kanduang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam dan bagian luar. Antara dua bagian ini dibatasi dengan pagar. Kompleks bagian dalam berada pada sisi timur, utara, dan barat dibatasi dengan pagar kawat berduri. Sedangkan pada sisi selatan dibatasi dengan pagar tembok andesit. Tembok andesit yang berada di sisi selatan berukuran tinggi 90 cm dan lebar 60 cm. 

Pintu masuk ke kompleks bagian dalam terdapat pada sisi selatan dan mempunyai ukuran lebar 1,5 m.Pada bagian dalam makam ini terdapat 9 buah makam kuno. Makam-makam tersebut umumnya terdiri dari jirat berundak dari bahan pasir semen dan nisan batu andesit berbentuk lonjong tanpa pengerjaan.

Pada bagian luar sisi barat laut di sebelah selatan kompleks makam Bundo kanduang terdapat makam-makam baru sebanyak 12 buah makam. Sedangkan pada sisi ujung selatan terdapat sebidang tanah rata yang berfungsi untuk tempat mendoa dan kenduri pada setiap bulan Dzhulhijah. Kenduri ini diikuti oleh masyarakat sekitar Lunang.

Menurut data yang diperoleh yang dimakamkan di kompleks Makam Bundo Kanduang yaitu Bundo Kanduang, Dang Tuangku, Puti Bungsu dan generasi penerus dari Bundo Kanduang dengan Gelar Mandehh Rubiah.

Pemilik dan pengelola kompleks pemakaman ini merupakan keluarga/keturunan kaum mandeh rubiah.

Related posts

Puncak Taratak, Potensi Wisata yang Belum Disentuh

Afrizal

DTW Pesisir Selatan, Historis dari Zona Utama Mandeh Resort

Afrizal

Kuliner Khas Pesisir Selatan

bandamaster