Home » Kalah Menyabung Ayam, Bujang Jibun Menang Menyabung Nyawa
Sutera unik

Kalah Menyabung Ayam, Bujang Jibun Menang Menyabung Nyawa


Bandasapuluah.com – Kalah Menyabung Ayam, Bujang Jibun Menang Menyabung Nyawa

 Sebagai seorang parewa yang hobi menyabung ayam, Bujang Jibun berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Kec. Sutera, Pesisir Selatan, diyakini memiliki gelanggang ayam yang berada di Bukit Batu Balai di dekat daerah Sualang. Daerah Sualang ini sekarang dikenal dengan nama Sialang.

Di sanalah Bujang Jibun mengadu ayam kesayangannya. Ayam itu ia beri nama Ayam Kinantan. Dalam hal menyabung ayam, jika Ayam Kinantan milik Bujang Jibun kalah dalam gelanggang, maka ia tidak pernah menyerahkan taruhan yang telah di sepakati. Lain halnya bila ia menang, maka akan diambilnya seluruh taruhan yang ada. Itulah tabiat Bujang Jibun bila menyabung ayam.

Suatu ketika datanglah seseorang Pemuda dari Pariaman yang ingin menyabung ayam dengan Bujang Jibun. Pemuda itu bernama Sutan Pamenan bersama dengan ayamnya yang bernama Ayam Sago Nani. Sebelum menyabung ayam dengan Bujang Jibun, Sutan Pamenan terlebih dahulu telah menyabung ayam dengan Kakak Laki-laki Bujang Jibun, Bujang Juaro. Dalam sabung tersebut, Ayam Sutan Pamenan berhasil mengalahkan Ayam Bujang Juaro di Galanggang milik Bujang Juaro sendiri.

Dalam menyabung ayam, Sutan Pamenan bertaruh tiga batang emas. Sadar akan hartanya tidak sebanyak itu, maka Bujang Jibun menaruhkan semua hartanya dalam gelanggang ditambah tunangannya yang bernama Puti Reno Kapeh di Sungai Kumayang Biliak Dalam.

Setelah “Juaro” telah mempersiapkan segala sesuatunya, maka keduanya melepaskan ayamnya ke gelanggang. Dalam Pertarungan tersebut, Ayam Kinantan mati dalam gelanggang yang artinya Bujang Jibun kalah dalam pertandingan. Sebagai Pemenang, Sutan Pamenan mengambil taruhan yang telah disepakati termasuk tunangan Bujang Jibun, Puti Reno Kapeh. Setelah itu, pamitlah Sutan Pamenan dari Gelanggang tersebut menuju Sualang.

Dalam perjalanan menuruni Bukit Batu Balai yang merupakan jalan setapak yang sempit, Sutan Pamenan dicegat oleh Bujang Jibun yang telah bercakap pinggang di tengah Jalan. Bujang Jibun yang kalah dalam menyabung ayam, kali ini mengajak Sutan Pamenan untuk menyabung nyawa. Gayung bersambut, permintaan Bujang Jibun itu disanggupi oleh Sutan Pamenan dan perkelahian pun berlangsung seketika itu.

Dalam perkelahian itu, pedang Bujang Jibun telah berhasil melukai tubuh Sutan Pamenan. Pada satu kesempatan Bujang Jibun berhasil menyabetkan pedangnya ke arah leher Sutan Pamenan hingga bercerailah kepala dengan badan Sutan Pamenan. Setelah melihat lawannya telah binasa, Bujang Jibun mengambil kepala Sutan Pamenan meletakkannya di tepi jalan, sementara badannya dilemparkan ke dalam lurah. Ayam dan harta yang dimiliki Sutan Pamenan diambil dan dibawa Bujang Jibun semuanya. Bujang Jibun kemudian berjalan menuju Bukit Batu Balai. Sampai di gelanggang Bukit Batu Balai diperlihatkan pada orang ramai apa yang telah dibawanya sebagai bukti bahwa Sutan Pamenan telah mati ditangannya.

Related posts

Ini Mantra Untuk Mengobati Orang yang “Tasapo” di Surantih

Afrizal

Mengenal Acara “Babako” di Pesisir Selatan

bandamaster

Banyak yang tak terima pembagian beras dampak Covid-19, Ini Penjelasan Pihak Nagari Surantih

Afrizal